Diposting : 14 February 2018 11:18
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
UMKM
Keterangan Gambar: 
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusra, Hizbullah
BALI TRIBUNE - Sebagai upaya mendukung salah satu program pemerintah untuk meningkatkan akses pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), lembaga perbankan di Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) telah aktif berpartisipasi sebagai penyalur kredit usaha rakyat (KUR).
 
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusra, Hizbullah beberapa waktu lalu di Badung menyebutkan realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) oleh perbankan di wilayah Bali dan Nusra sampai dengan Desember 2017 mencapai Rp 6,58 triliun atau 6,80 persen dari realisasi KUR nasional yang tercatat sebesar Rp 96,7 triliun. "Di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, sektor perbankan masih memiliki peran terbesar dalam sektor jasa keuangan selama tahun 2017," katanya.
 
Pemimpin PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kanwil Denpasar, Dedi Sunardi menyatakan pada 2017 lalu telah menyalurkan KUR sebesar Rp 4 triliun dengan NPL atau Non Performing Loan (kredit bermasalah) berada ditingkat rendah yaitu 1,2 persen.
 
Pada tahun 2018 ini untuk menggenjot UMKM pemerintah juga telah menurunkan suku bunga KUR dari 9 persen menjadi 7 persen. Dikatakan Dedi, jika tahun ini perbankan tetap menyalurkan kredit untuk pelaku UMKM dengan melakukan penurunan suku bunga. "Suku bunga KUR turun dari 9 persen menjadi 7 persen,"
 
Dia menyebutkan, target penyaluran KUR tahun 2018 sebesar Rp 5 triliun untuk Bali dan Nusra diantaranya KUR mikro Rp 4,2 triliun dan KUR kecil atau ritel Rp 800 miliar. "Sekarang 50 persen target KUR BRI ke sektor produktif seperti pertanian, industri pengolahan, perikanan dan kelautan," jelasnya.