Diposting : 12 July 2017 18:32
redaksi - Bali Tribune
tukik
Keterangan Gambar: 
MELEPAS - Kapolres Karangasem bersama wisatawan asing lepas puluhan tukik ke laut.

BALI TRIBUNE - Puluhan tukik atau anak penyu untuk pertama kalinya setelah hampir 27 tahun lamanya ditemukan menyembul dari dalam pasir laut di Pantai Candidasa, Banjar Sambuh, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem. Artinya setelah puluhan tahun menghilang, habitat penyu hijau di wilayah perairan Candidasa mulai muuncul dan berkembang, bahkan mulai bertelur di areal pantai tersebut.

Memang di kawasan pantai tersebut merupakan areal bertelurnya penyu hijau, bahkan BKSDA Bali memasang plank yang menyebutkan areal tersebut sebagai lokasi bertelurnya penyu langka yang sudah kian punah itu.

Dari informasi, Selasa (11/7), munculnya tukik tersebut pertama kali diketahui oleh Oleahna (21) dan Michele (23) wisatawan asal Amerika yang menginap di salah satu hotel di wilayah pantai itu. Saat itu sekitar pukul 20.00 Wita, keduanya berjalan di areal pantai di saat malam hari, tidak sengaja keduanya melihat ada binatang yang menyembul dari dalam pasir. Penasaran keduanya pun mendekat dan mereka terkejut karena binatang itu adalah puluhan tukik atau anak penyu yang menetas dan keluar dari dalam pasir. Mendapat informasi itu, security bersama sejumlah staf Hotel Puri Bagus, kemudian bergegas menuju pantai sebelum kemudian mengevakuasi anak tukik itu kedalam sebiah box yang sudah diisi air laut.

Penemuan puluhan tukik itu, oleh pihak hotel kemudian dilaporkan ke Polair Polres Karangasem, beberapa saat kemudian Kasat Polair, AKP Made Wartama bersama sejumlah anggotanya mendatangi lokasi penemuan tukik itu untuk melakukan pengecekan. Selasa kemarin sebanyak 32 tukik jenis penyu hijau itu dilepas bersama-sama oleh Kapolres Karangasem dan sejumlah wisatawan serta warga sekitar ke habitatnya.

Kapolres AKBP Wayan Gede Ardana, didampingi Kasat Polair Polres Karangasem, AKP Made Wartama usai pelepasan tukik itu kemarin menegaskan jika penyu hijau merupakan hewan langka yang dilindungi, untuk itu pasca penemuan puluhan tukik itu pihaknya memerintahkan jajaran Polair Polres Karangasem untuk mengintensifkan pemantauan diareal Pantai Candidasa. Utamanya saat musim penyu bertelur seperti sekarang ini. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari agar telur penyu yang menetas dan tukik yang keluar dari pasir terhindar dari tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab.

Selain itu untuk mencegah penyelundupan dan penjualan penyu hijau secara ileggal, pihaknya juga memerintahkan anggota Polair untuk melakukan pengawasan, kendati diakuinya hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus penyelundupan penyu hijau atau penjualan secara ilegal di Karangasem.

I Nyoman Satra, warga setempat yang juga karyawan Hotel Puri Bagus, menyebutkan jika ini kemunculan tukik pertama kali setelah hampir 27 tahun lalu. Diakuinya dahulunya areal pantai ini merupakan tempat bertelurnya penyu hijau. “Ini kemunculan pertama kali setelah 27 tahun tidak pernah terlihat,” bebernya.