Bali Tribune, Minggu 27 Mei 2018
Diposting : 25 January 2018 16:02
Djoko Purnomo - Bali Tribune
FPTI
Keterangan Gambar: 
Putu Yudi Atmika

BALI TRIBUNE - Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (Pengprov FPTI) Bali mesti putar otak untuk memenuhi pengadaan peralatan panjat tebing. Sebab, hasil rapat kerja anggota FPTI Bali belum lama ini, mengamanatkan kepada pengurus untuk memprioritaskan masalah peralatan tersebut.

 “Ya namanya program kerja, maka perencanaan harus disiapkan secara matang oleh bidang-bidang yang ada di struktur kepengurusan FPTI Bali. Tak terkecuali soal peralatan,” kata Ketua Umum Pengprov FPTI Bali, Putu Yudi Atmika di Denpasar, Rabu (24/1).

Pria yang juga Wakil Sekretaris Umum I KONI Bali itu menjelaskan, jika terkait peralatan secara teknis tidak mungkin bisa sepenuhnya diberikan bantuan oleh pemerintah. Dengan demikian perlu dicarikan terobosan-terobosan.

“Ya kalau peralatan jika ada bantuan dari pemerintah melalui KONI Bali nantinya, pengadaannya dilakukan terhadap alat yang memang sangat diperlukan dan mendesak sekali. Jadi prioritas itu dulu,” tandas Yudi Atmika.

Pihaknya juga menyinggung soal pengadaan lintasan panjat tebing yang tidak dimiliki FPTI Bali. Pasalnya lintasan yang dimiliki FPTI Bali di kawasan stadion Ngurah Rai sudah rusak total dan tidak laik untuk digunakan latihan.

“Kalau soal banyaknya lintasan panjat tebing di Bali memang benar, karena setiap Porprov Bali yang digelar di daerah di Bali selalu dibangun lintasan panjat tebing. Namun itu milik kabupaten dan kota sementara FPTI Bali tidak punya,” tambahnya.

Hal itu dipaparkannya karena di KONI Bali ada program Primada Bali dan atlet panjat tebing juga menghuni program tersebut. Apalagi FPTI Bali merupakan sentral pembinaan bagi atlet Bali.

“Inilah yang harus kami pikirkan, rencanakan dan berupaya mencari langkah bisa terealisasi. Terlepas dari itu semua, program kerja lainnya juga membahas soal rencana kejuaraan lokal maupun nasional yang nantinya digelar di Bali,” pungkas Yudiatmika.