Diposting : 6 February 2018 21:09
Djoko Purnomo - Bali Tribune
pelatnas
Keterangan Gambar: 
IGN Oka Darmawan

BALI TRIBUNE - Pengprov Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Bali merasa optimis bisa memasok pebasket untuk Asian Games 2018, dimana Indonesia menjadi tuan rumah. Tak tanggung-tanggung, dua pebasket putri, Kadek Pratita Citta Dewi dan Putu Eka Liana Febiananda diyakini akan masuk tim definitif basket putri Indonesia untuk Asian Games tersebut.

Ketua Umum Perbasi Bali, IGN Oka Darmawan ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (5/2) mengatakan, secara kualitas, baik Kadek Pratita Citta Dewi dan Putu Eka Liana Febiananda sudah tidak diragukan lagi untuk bersaing di tataran nasional dengan pebasket dari daerah lainnya.

“Saya optimis kedua pebasket putri Bali itu bakal masuk tim definitif nantinya, karena secara kualitas, mental dan pengalaman berlaga di event internasional sudah tak diragukan lagi,” ungkap Oka Darmawan.

Oka Darmawan yang juga Sekum KONI Bali itu, mengakui faktor skill, mental dan pengalaman Citta dan Eka itu tak perlu diragukan lagi, karena keduanya telah memperkuat tim basket putri Indonesia di SEA Games Malaysia 2017 silam.

“Memang, biasanya kalau pebasket putri yang sebelumnya membela SEA Games, umumnya bakal langsung memperkuat tim Asian Games. Apalagi jarak gelaran dua event internasional itu tidak begitu jauh. Jadi kualitas pebasket masih bisa dipertahankan,” tambah Oka Darmawan.

Saat ini dijelaskannya, keduanya masih berproses dalam pembentukan tim definitif dengan sistem seleksi berjalan di pelatnas. Keduanya juga bersaing dengan 18 pebasket putri lainnya dari provinsi luar Bali untuk bisa menghuni tim inti nantinya.

“Pada SEA Games Malaysia lalu keduanya merupakan pemain inti. Semoga saat pembentukan tim definitif yang biasanya dibentuk 3 bulan menjelang event sebenarnya, keduanya bisa berkostum Indonesia,” kata Oka Darmawan.

Terkait persaingan tim basket putri Indonesia di ajang Asian Games, Oka Darmawan mengatakan bakal datang dari negara Tiongkok, Jepang, Korea Selatan dan negara pecahan Rusia.