Bali Tribune, Jumat 22 Juni 2018
Diposting : 7 July 2017 20:47
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Catur
Keterangan Gambar: 
MNW Gracelia Paramesthi (kanan) salah satu andalan Percasi Bali pada Kejurnas Catur ke-46 di Bogor, Jawa Barat.

BALI TRIBUNE - Kesungguhan Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi membangun olahraga catur di daerah ini mulai diwujudkan dengan memberi kesempatan pecatur binaan untuk beradu ‘otak’ pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ke-46 di Cipayung Puncak Bogor, 16 hingga 22 Juli 2017.

“Saya minta kepada Pengprov Percasi Bali untuk melakukan inventarisasi para pecatur yang selama ini mempunyai prosepek bisa dibina berkelanjutan, yang didasari atas prestasi selama ini. Kejelasan database itu menjadi dasar bagi KONI Bali untuk menentukan sikap berapa atlet yang pantas mengikuti event nasional,” kata Suwandi, Kamis (6/7), di ruang kerjanya.

Ketua Umum Pengprov Percasi Bali Sang Putu Subaya didampingi Sekretaris Umum Handoko, menyodorkan 10 pecatur, meliputi seorang pecatur senior putra atas nama Master Nasional (MN) Octo Dami, dan selebihnya pecatur junior A (18-19 th), C (14-15 th), D (12-13 th), dan E (10-11 th).

Para pecatur junior itu meliputi, Kadek Lusiana (Buleleng), Vicki Dedi W asal Denpasar junior (A), kemudian junior C meliputi MNW. Gracelia Paramesthi (Badung), Nonia Andyk (Jembrana), Andre Silvester (Denpasar dan Putu Luhur Apngal dari Buleleng. Sedangkan junior D atas nama Ali Muzacky (Tabanan), dan made Agung asal Karangasem.

“Para pecatur tersebut mendapat kepercayaan mengusung Bali, sesuai prestasinya, di antaranya mampu bermain remis dan mengalahkan pada sesi catur simultan dengan pecatur asal Peru Grand Master Wanita (GMW) Deysi Estella Cori Tello,” kata Handoko.

Prestasi pendukung lainnya, juara pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Bali 2017, Porjar Bali, dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), serta prestasi internasional dan nasional lainnya.

“Sesuai dengan harapan KONI Bali, dengan dana yang pas-pasan tapi membindik prestasi yang baik. Sasaran itu yang akan dikejar oleh Pecatur Bali yang mengikuti Kejurnas Catur ke-46 di Bogor,” kata Handoko.

Manajer tim Catur Bali, Wayan Suanda menjelaskan untuk kategori junior level nasional Bali sangat diperhitungkan, karena itu dengan komposisi pemain sekarang ini peluang sangat besar untuk bisa membawa pulang medali emas.