Diposting : 22 September 2018 08:40
Djoko Moeljono - Bali Tribune
MARITIM -- Komandan KAL Tg. Pandangan Letda Laut (P) Eriek Sugianto, Komandan Patkamla Bali Peltu Bah Gede Sudiasa dan sejumlah anggota Potensi Maritim (Potmar) Lanal Denpasar, saat foto bersama belasan siswa PG Highscope Bali dan para pendampinya.
BALI TRIBUNE - Selain mengamankan wilayah laut Bali, jajaran Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar juga memberikan kesempatan kepada masyarakat umum, khususnya tentang keberadaan alutsista yang dimiliki TNI AL. Bahkan sebagai upaya memperkenalkan wisata bahari sejak usia dini, sebanyak 13 siswa dan 3 pendamping dari Play Group (PG) Highscope Bali diberikan kesempatan untuk mengunjungi Kapal Angkatan Laut (KAL) Patkamla Bali yang tengah lego jangkar di Pelabuhan Benoa, Denpasar.
 
“Sebagai sarana edukasi wisata sekolah, para siswa cilik ini tetap didampingi oleh anggota TNI AL dan para guru pendampingnya. Selama kunjungan tersebut juga dijelaskan tentang berbagai fungsi yang ada di kapal tersebut, sehingga hal ini bisa menjadi sarana belajar sejak usia dini tentang keberadaan kapal perang milik TNI AL,” ujar Komandan KAL Tg. Pandangan Letda Laut (P) Eriek Sugianto, didampingi Komandan Patkamla Bali Peltu Bah Gede Sudiasa dan sejumlah anggota Potensi Maritim (Potmar) Lanal Denpasar, kemarin.
 
Belasan siswa PG tersebut begitu antusias untuk mengetahui seluk beluk kapal perang ini. Mereka dan para guru pendampingnya rata-rata belum pernah berada lebih dekat bahkan langsung menaiki kapal perang ini.
 
Beberapa fasilitas dan peralatan yang menjadi perhatian dari belasan siswa PG itu seperti sistem persenjataannya, navigasi, dan perlengkapan komunikasi. Selain mendampingi dan menjelaskan satu persatu peralatan navigasi kapal, juga memberikan wawasan kebaharian dan kemaritiman, mengingat nenek moyang Indonesia adalah pelaut yang mampu menjelajah lautan sampai ke luar wilayah Nusantara.
 
“Untuk tingkat anak-anak playgroup dan TK, pada umumnya kegiatan kunjungan ke kapal TNI Angkatan Laut ini dimaksudkan sebagai salah satu program tujuan ke tempat-tempat yang bernilai sejarah dan mengandung nilai edukasi,” jelasnya.