Diposting : 18 October 2017 19:25
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Ketut Suwandi
Keterangan Gambar: 
Ketut Suwandi

BALI TRIBUNE - Seluruh KONI kabupaten dan kota di Bali perlu duduk bersama dengan pengurus cabang olahraga, terkait keinginan KONI Bali yang tidak membolehkan atlet level internasional berlaga di ajang Porprov Bali.

“Ya, itu (larangan atlet level internasional bermain di porprov) merupakan wacana sangat bagus demi munculnya kader-kader atlet Bali potensial, namun masih diperlukan komitmen bersama KONI daerah seluruh Bali,” ucap Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, Selasa (17/10).

Ditemui di ruang kerjanya, Ketut Suwandi mengatakan sudah saatnya memang, atlet Bali yang sering tampil di ajang internasional tidak diperkenankan berlaga di Porprov Bali demi memberi kesempatan seluas-luasnya bibit-bibit potensial muncul.

Persoalannya, lanjut dia, yang memiliki atlet itu adalah KONI daerah dan cabang olahraga, sehingga dipandang perlu KONI kabupaten/kota dan pengurus cabor berbesar hati untuk menerapkan ketentuan tersebut, kalau bisa mulai porprov mendatang di Tabanan. “Nanti pada rapat paripurna perlu diambil keputusan tentang itu,” imbuhnya.

 Seperti diutarakan Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi, langkah positif itu telah ditunjukkan Jawa Timur (Jatim), yang selama ini selalu kaya akan regenerasi atlet bertalenta, dan berprestasi di ajang level nasional, seperti di PON yang diikutinya.

“Bahkan Jatim memberlakukan, atlet yang masuk pelatnas saja sudah tidak boleh ikut Porprov Jatim. Dengan demikian maka atlet-atlet muda bertalenta banyak muncul di porprov Jatim, dan sukses meraih prestasi di PON,” tutur mantan Ketum KONI Badung itu.

Meski demikian menurutnya, para atlet yang level internasional Bali yang prestasinya terjaga, bakal langsung lolos masuk tim Pra-PON maupun PON Bali nantinya tanpa seleksi lagi. Kecuali atlet level internasional mengalami penurunan prestasi dan kualitasnya.

“Bahkan yang lebih ekstrim lagi, untuk Porprov di Sumatera seperti Sumatera Utara, mereka menggelar porprov hanya diikuti cabor-cabor yang meraih medali di PON yang diikutinya,” terang Suwandi.

Semua itu diharapkan bisa dipertimbangkan dan dimaklumi oleh para anggota KONI Bali. Pasalnya semua tujuannya untuk mendapatkan para atlet muda, yang menjadi generasi penerus para atlet seniornya. “Artinya hal itu juga demi munculnya atlet muda berkualitas Bali dari cabor dan KONI daerah di Bali,” imbuhnya.