Diposting : 12 October 2018 20:25
I Made Darna - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Putu Parwata
BALI TRIBUNE - FENOMENA turis ngekos terus mendapat sorotan dari kalangan DPRD Badung. Dewan menyayangkan wisatawan yang datang ke Bali khususnya Badung banyak turis backpacker. Padahal, Pemkab Badung mengucurkan miliaran rupiah untuk mempromosikan pariwisata Badung ke luar negeri dengan tujuan wisatawan yang datang ke Badung adalah wisatawan berduit, bukan malah backpacker.
 
“Masalah ini harus jadi perhatian bersama. Kok turis yang ke Badung justru banyak backpacker,” ungkap Ketua DPRD Badung, Putu Parwata belum lama ini.
 
Menurutnya perlu ada pengawasan khusus sehingga wisatawan atau warga negara asing tidak seenaknya datang ke Bali apalagi dengan cara menggembel. “Kita sih berharap yang datang itu bukan backpacker, tapi wisatawan berkelas. Dan ini perlu ada strategi juga,” kata Parwata.
 
Untuk menyikapi maraknya tamu backpacker ini, politisi PDIP asal Dalung ini mengaku akan segera memanggil pihak BPPD dan Dinas Pariwisata  Badung.
 
“Kami akan evaluasi kinerja lembaga itu (BPPD dan Dispar Badung, red) dalam mendatangkan wisatwan ke Badung. Karena dana untuk promosi cukup besar,” tegasnya.
 
Disisi lain, Parwata juga mengimbau masyarakat pemilik rumah kos melaporkan apabila ada turis ngekos di rumahnya. Pihaknya juga berharap pemilik kos ikut memberikan edukasi kepada warga negara asing yang tinggal disana.
 
“Kalau wisatawan yang sedang berlibur kami harapkan masyarakat menyarakan menginap di hotel atau pun hostel sehingga mereka bisa dikenakan pajak,” pungkasnya.