Diposting : 10 October 2018 12:26
Arief Wibisono - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
I Made Arya Amitaba
BALI TRIBUNE - Hadirnya helatan akbar IMF-WB di Bali diharapkan bisa memberikan stimulus dalam mendorong perekonomian pariwisata Bali kedepannya. Bahkan dengan adanya beberapa kejadian alam tidak menghalangi kegiatan untuk tetap dilaksanakan. Apalagi dengan jaminan keamanan dari pemerintah, diharapkan kegiatan ini bisa berjalan lancar dari awal hingga akhir.
 
Menurut Amitaba dengan digelarnya annual meeting IMF-WB di Bali bisa menunjukkan Bali yang aman dan kondusif. "Kondisi ini merupakan sinyal positif bagi wisatawan asing yang akan berkunjung ke Bali tentunya," sebut Direktur BPR Kanti,  Made Arya Amitaba, Selasa (9/10).
 
Bali yang identik dengan pariwisatanya tentu kedepannya sangat diuntungkan, pasalnya kegiatan IMF-WB belum tentu akan terulang lagi dalam beberapa tahun kedepan. Untuk itulah ia berharap momen ini harus betul betul dimanfaatkan Bali sebagai tujuan wisata utama. "Efek domino dari IMF-WB kedepan akan sangat signifikan. Dimana akan ada agenda susulan seperti MICE yang dilaksanakan di Bali dalam skup yang lebih besar,"ujarnya.
 
Ia beranggapan dari beberapa kegiatan dunia dalam seperti APEC, WTO dan IMF-WB, bisa dikatakan Bali sudah teruji dan akan semakin berkembang baik dari sisi kunjungan wisatawannya ataupun pembangunan infrastrukturnya. "Disamping itu dari berbagai agenda kita berharap bisa meningkatkan perekonomian di suatu daerah dalam menggerakkan sektor riil," tukasnya.
 
Meskipun diakui saat ini terjadi perlambatan ekonomi, namun paling tidak dampak IMF-WB akan mampu mengembalikan kepercayaan dunia usaha terhadap Indonesia, Bali khusunya untuk kembali bangkit. "Kesan positif mesti tetap dimunculkan meski diakui saat ini kita mengalami perlambatan ekonomi," kata bankir muda yang kerap jadi motivator ini.
 
IMF-WB bisa juga dikatakan sebagai tonggak bangkitnya pariwisata Bali bahkan ia pastikan imbasnya kedepan akan semakin masif. Tapi ia juga mengingatkan pemerintah dan stakeholder pariwisata mesti bisa meningkatkan kualitas pariwisata. "Jadi kedepan kita jangan lagi bicara soal kuantitas, tapi kualitas pariwisata yang berkesinambungan," tandas Amitaba melihat kondisi yang ada.
 
Cara pandang positif pariwisata Bali bisa dibangun melalui even IMF-WB bagaimana pola pikir ini yang mesti ditumbuhkan. "Dampak positif tidak akan ada artinya ketika cara pandang masyarakat internasional terhadap Bali tidak berubah," pungkasnya.