Diposting : 15 August 2019 06:39
Nyoman Astana - Bali Tribune
Bali Tribune/Bupati Mahayastra didampingi Wabup Anak Agung Gde Mayun, dan Sekda Made Gede Wisnu Wijaya, menyambangi UPT.LTSP dan menyaksikan langsung proses pelayanan dokumen bagi calon pekerja migran 14/8
balitribune.co.id | Giabyar - Kabar baik datang dari Pemkab Gianyar untuk masyarakat Gianyar yang berminat bekerja di luar negeri. Kini calon pekerja migran indonesia (CPMI) di Gianyar bisa mengurus dokumen dengan mudah dan cepat. Disnaker Gianyar melalui Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) menggelar kegiatan On the Spot Layanan PMI. Kegiatan ini digelar di kantor UPT. LTSP Dinas Tenaga Kerja Gianyar, Rabu (14/8) dengan bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Denpasar, BP3TKI, rumah sakit, Dukcapil, kepolisian, dan pihak bank.
"Tujuannya adalah mempercepat layanan dokumen calon pekerja migran, jadi pengurusan dokumen, termasuk paspor bisa dilakukan di satu tempat secara bersamaan," terang Kadis Tenaga Kerja Gianyar, A.A.Dalem Jagadhita.
 
Kegiatan yang baru digelar pertama kali tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Gianyar, Made Mahayastra. Bupati Mahayastra didampingi Wabup Anak Agung Gde Mayun, dan Sekda Made Gede Wisnu Wijaya,  menyambangi UPT.LTSP dan menyaksikan langsung proses pelayanan dokumen bagi calon pekerja migran. Melihat proses pengurusan dokumen yang terbilang cepat dengan hadirnya berbagai unsur terkait di satu tempat, Bupati Mahayastra berencana membangun sistem layanan terintegrasi online. "Kalau pelayanan sudah terintegrasi online, masyarakat kita tidak perlu kesana kemari hanya untuk mengurus satu dokumen saja, cukup di satu tempat atau satu aplikasi, bisa," ujarnya.
 
Melihat antusias masyarakat memanfaatkan kegiatan on the spot tersebut, Disnaker Gianyar berencana menggelar kegiatan ini secara rutin, sebulan sekali. "Masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mempercepat pengurusan dokumennya, 1 hari langsung jadi," tandas Bupati Mahayastra. 
Ditambahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja, AA Dalem Jagadhita mengatakan, bahwa layanan ini diupayakan memaduserasikan program antara instansi terkait khususnya Imigrasi. Melihat tingginya animo masyarakat,  Layanan on the spot ini diharapkan bisa digelar rutin. 
"Apabila ada potensi pekerja migran Indonesia, kita akan upayankan untuk bisa digelar secara rutin. Mudahan bulan depan bisa lagi kita buka," jelasnya didampingi Ka UPT LTSP AA Eka Dharma Kusumawati SH dan Kabid Pembinaan, Penempatan, dan Perluasan Kesempatan Kerja, I Wayan Prayana, SE.
 
Terkait animo masyarakat Gianyar bekerja di luar negeri, diakui relatif meningkat. "Kami pantau ada 3.000an peserta pelatihan tenaga kerja di Gianyar. Data itu kami akan analisis kembali, berapa sebenarnya yang bekerja ke luar negeri," jelasnya. Berdasarkan data, jumlah pencari kerja sebagai PMI (pekerja migran Indonesia) sejak Tahun 2016 sampai Tahun 2019 sebanyak 2.785 orang. Khusus Tahun 2019 ini berjumlah 528 orang dengan negara tujuan bervariasi di negara bagian Eropa maupun Timur Tengah. /uni