Bali Tribune, Jumat 20 April 2018
Diposting : 22 December 2017 22:23
Djoko Purnomo - Bali Tribune
tinju
Keterangan Gambar: 
JAKARTA – Ketum Pertina Denpasar Made Muliawan Arya bersama para petinjunya yang akan dikirim mengikuti kejuaraan Piala Kapolda Metro Jaya, Januari mendatang.

BALI TRIBUNE - Pertina Kota Denpasar mengutus 6 petinju ke ajang Piala Kapolda Metro Jaya, 29 Januari hingga 4 Februari 2018 di Jakarta. Mereka adalah Krispinus Mariano kelas layang ringan 46 kg, Cornelis K. Wangu  kelas layang 49 kg, Ferdinandus Seran kelas terbang  52 kg, Julio Bria kelas Bantam 56 kg, Jekri Riwu  kelas ringan 60 kg, dan Gregorius Gheda Dende  kelas welter ringan  64 kg.

“Dari ajang itu kami menargetkan membawa pulang 4 medali emas, sama seperti hasil di kejuaraan tinju Piala Gubernur NTB, beberapa waktu lalu dengan 4 medali emas dan 1 perunggu,” ujar Ketua Umum Pertina Denpasar, Made Muliawan Arya di Sasana Tinju Adi Swandana Denpasar, Kamis (21/12).

Pria gempal yang akrab disapa De Gajah ini, menyebut target 4 medali emas di Jakarta nanti sangat realistis sehingga dirinya optimistis target tersebut mampu direalisasikan oleh petinju-petinjunya. Bahkan, lanjut dia, jika perangkat pertandingan menegakkan kejujuran, tidak menutup kemungkinan Pertina Denpasar membawa pulang 5 medali emas.

 “Terlebih nanti kami mengirim Julio Bria dan Cornelis, yang sudah tidak asing lagi di kancah pertinjuan nasional. Kalau juri nanti benar-benar tidak memihak lawan, rasanya 5 medali emas bisa kami bawa pulang,” ujar De Gajah yang juga anggota DPRD Kota Denpasar itu.

Kini seluruh petinju yang akan dikirim mengikuti kejuaraan di Jakarta tersebut, sedang ditempa keras di Adi Swandana Boxing Camp Denpasar di bawah asuhan pelatih Julianus Bunga. De Gajah sendiri, kemarin melihat latihan para petinjunya itu.

Dijelaskan De Gajah, kejuaraan tinju Piala Kapolda Metro Jaya sejatinya kualitas eventnya sama dengan kejuaraan Piala Gubernur NTB. Karena itulah target dipancang seperti itu. Apalagi kejuaraan itu mempertandingkan elit tapi tidak dibatasi usia. Berbeda dengan di NTB dimana kategori elit dibatasi maksimal petinju berusia 25 tahun.

“Sebenarnya di Jakarta saya hanya akan mengirimkan 2 petinju saja, yakni Kornelis dan Julio karena usianya bebas. Namun karena saya menjanjikan bahwa peraih medali emas di NTB akan dikirim ke Jakarta, ya, mau tidak mau saya harus menepati apa yang saya janjikan itu,” katanya.

Lebih jauh dia mengatakan, Pertina Denpasar selama tahun 2018 nanti minimal mengirim petinjunya mengikuti kejuaraan di luar Bali sedikitnya sebanyak lima kali. Hal ini semata-mata untuk pembinaan dengan arah meningkatkan terus kualitas teknik petinju Denpasar, serta menambah pengalaman dan mental bertanding di event level nasional.