Diposting : 13 June 2019 14:45
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Bali Tribune/ Atlet petanque Bali yang mengikuti seleksi daerah untuk menentukan atlet ke Pra-PON.
balitribune.co.id | Denpasar - Pasca-terbentuknya tim definitif Pra-PON petanque Bali, kini Pengprov Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Bali mulai konsentrasi dalam mengatur taktik dan strategi dalam menghadapi rival berat lima daerah atau provinsi, pada Pra-PON petanque yang bakal digelar di Jakarta, 26 – 31 Agustus.
 
Ketua Umum FOPI Bali, Nyoman Yamadhiputra menjelaskan, lima daerah atau provinsi itu utamanya dari DKI Jakarta dan Jambi masuk rival berat. Sedangkan yang menjadi rival seimbang tak lain datang dari Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim).
 
“DKI Jakarta dan Jambi pasti lebih utama menjadi rival berat Bali, karena banyak dihuni pemain tim nasional (timnas) petanque Indonesia. Kalau Jabar, Jateng dan Jatim, kekuatannya sama dengan Bali. fifty-fifty-lah. Itu terlihat di beberapa event nasional selama ini,” tutur Yamadhiputra, Rabu (12/6).
 
Sementara provinsi lain, dijabarkan pria yang juga Binpres KONI Bali itu, masih bisa diatasi di Pra-PON nanti. Dengan demikian, maka peluang Bali meraih tiket PON XX/2020 Papua mendatang terbuka lebar.
 
“Bukan kami sesumbar, semuanya kami dasarkan dengan matematis kuota provinsi yang disediakan untuk perebutan tiket ke PON nanti. Nanti tiket ke PON Papua tersedia sampai 7 besar, dan seharusnya 8 besar. Karena tuan rumah Papua mendapat jatah lolos langsung ke PON, maka 7 tiket atau provinsi yang masuk 7 besar yang lolos PON Papua nantinya,” tegasnya.
 
Sementara itu, hasil seleksi daerah (selekda) untuk tim definitif Pra-PON lalu dijelaskannya, sudah terekrut untuk 6 atlet tim putra dan 5 atlet tim putri. Untuk putra yakni Wayan Sopyan Pratama, Gus Eka Arya, Nyoman Suryawan, Gede Wirabuana, Made Khrisna, Gede Putra Widhi.
 
“Sedangkan untuk tim putri dihuni Putu Kurnia Shintia, Ni Made Suastiari, Ni Luh Komang Diah Novita Dewi, Kadek Alpida Arta Dwi Cahyani dan Ni Putu Swara Dewi Wulandari. Hasil selekda ini memang menghasilkan atlet-atlet terbaik yang ada di Bali sekarang ini,” pungkas Yamadhiputra.