Diposting : 11 January 2019 22:35
Djoko Purnomo - Bali Tribune
IGM Adi Swandana
 
BALI TRIBUNE - Pra-PON cabang olahraga (cabor) tinju dipastikan bakal menggunakan dua jalur untuk bisa lolos PON XX/2020 di Papua mendatang. Dua jalur itu yakni melalui Pra-PON itu sendiri yang bakal digelar Oktober di Jawa Barat, serta sebelumnya di Popwil Agustus mendatang di Ternate, Maluku.
 
Dua jalur tersebut diutarakan Komisi Teknik (Komtek) Pengprov Pertina Bali, IGM. Adi Swandana. “Memang event Pra-PON dihelat melalui dua jalur tersebut. Jadi untuk kalangan pelajar bisa berlaga di Popwil. Kalau soal aturan usia yakni petinju yang turut di Pra-PON usia 19 – 40 tahun,” ujar Adi Swandana, Kamis (10/1) di Denpasar.
 
Dipaparkannya, untuk petinju yang turun di Popwil nantinya, yang tembus atau bertanding di final, maka bakal langsung lolos PON. Itu artinya dua petinju per kelas yang lolos PON nantinya. Begitu juga untuk di Pra-PON.
 
“Kalau kelas yang dipertandingkan nantinya yakni 17 kelas untuk putra dan 17 kelas untuk putri. Hanya saja, khusus untuk Bali kelas yang diikuti bakal disesuaikan dengan petinju yang ada. Petinju Bali sendiri yang bisa diandalkan sekitar 9 sampai 10 petinju putra. Sedangkan untuk putri, Bali masih kesulitan untuk memiliki yang tangguh,” imbuh Adi Swandana.
 
Lantas siapa yang bakal berlaga di Popwil atau di Pra-PON? Pria yang juga pelatih tinju nasional itu menyebutkan, jika untuk petinju putra Bali tidak perlu diragukan lagi kualitasnya, karena sudah memiliki pengalaman dan prestasi nasional.
 
“Sudah tak perlu diragukan di Pra-PON nanti untuk petinju Bali, karena di PON Jawa Barat 2016 silam mampu menyumbangkan medali perak dan perunggu kepada Bali. Apalagi latihan mereka juga rutin,” cetus Adi Swandana.