Bali Tribune, Jumat 22 Juni 2018
Diposting : 14 March 2018 21:52
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Gulat
Keterangan Gambar: 
H. Izzuddin Don

BALI TRIBUNE - Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Bali saat ini sedang mempersiapkan sejumlah pegulat untuk berlaga di ajang Liga Gulat Nasional di Semarang Jawa Tengah, medio April mendatang.

Ketua Umum PGSI Bali sekaligus Pelatih Gulat Bali, Haji Izzuddin Don ditemui di GOR Lila Bhuana Denpasar Selasa, (13/3) mengatakan, beberapa nama pegulat seperti Komang Erik Prihantino, Nube Apminti Olla, Komang Sugiartini, Rahayu, Premananda, Darmawan, Angga serta Saras Devi mulai digenjot latihan secara intensif sejak dua bulan lalu. 

Izzuddin Don yang juga staf KONI Bali ini mengatakan, atlet-atlet tersebut nantinya harus menjalani seleksi lagi, untuk dipilih siapa yang benar-benar siap menyumbang medali bagi Bali dalam Liga Gulat Nasional serta Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gulat Junior-Senior di Jakarta.

“Sekarang sedang kita persiapkan beberapa pegulat di Denpasar di antaranya Nube yang akan turun di kelas -67 kg, Komang Erik -80 kg. Selain di Denpasar kami juga sedang mempersiapkan pegulat di Singaraja di bawah asuhan pelatih Made Dirgantara. Mereka akan kita seleksi, mana yang siap untuk kita kirim ke Liga Gulat, dan Kejurnas di Jakarta nanti,” ujarnya.

Haji Izzuddin Don lebih lanjut menjelaskan event Liga Gulat Nasional kali ini bertujuan memperbanyak frekuensi pertandingan bagi para pegulat di Tanah Air, termasuk juga sebagai ajang penjaringan atlet gulat potensial yang diproyeksikan menghuni Pelatnas Asian Games 2018.

“Semua daerah mempersiapkan diri bagi atletnya agar bisa masuk Pelatnas dan bisa merebut dua medali emas, karena dalam Asian Games nanti, PGSI Pusat menargetkan 2 emas,” ujarnya menambahkan.

Izzuddin juga mengatakan, dalam Liga Gulat di Semarang nanti peluang medali bagi Bali lebih terbuka di kelas atas. Seperti misalnya Komang Erik Prihantino dijagokan merebut emas di kelas -80 kg putra, sedangkan Nube Apminti ditarget emas di kelas -67 kg putra.

 Sementara di kelas rendah atau bawah, kata dia, peluang meraih medali lebih kecil mengingat saingan Bali cukup banyak meliputi pegulat di daratan Jawa, dan Kalimantan. "Mudah-mudahan apa yang menjadi target kami meraih medali dapat direalisasikan," imbuhnya.