Bali Tribune, Sabtu 21 Juli 2018
Diposting : 14 October 2017 12:11
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
audiensi
Keterangan Gambar: 
Jajaran Panitia Pitik Village Festival 2017 berfoto bersama usai audiensi dengan Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, di Kantor Walikota Denpasar.

BALI TRIBUNE - Krama Banjar Pitik Pedungan Denpasar siap menggelar Pitik Village Festival 2017, Minggu (15/10) besok. Festival yang rencananya digelar hingga 8 November 2017 ini, akan menampilkan potensi lokal yang ada di Banjar Pitik Pedungan.

Kelihan Adat Banjar Pitik, Pedungan, Nyoman Kertajaya, didampingi Ketua Panitia, Ni Wayan Ardani mengatakan pelaksanaan Pitik Village Festival 2017 akan diisi dengan sejumlah kegiatan seperti pasar murah, atisha body contest, parade musik serta sejumlah lomba seperti lomba mewarnai, lomba riong dan kendang tunggal dengan materi Gabor dan Kebyar Duduk serta lomba Tari Bali di antaranya Tari Puspanjali, Tari Condong, Tari Baris Tunggal dan Tari Kebyar Duduk.

 “Disediakan pula sejumlah fasilitas seperti wahana bermain anak dan stand kuliner serta busana yang menonjolkan produk ciri khas masyarakat Banjar Pitik” ujar Nyoman Kertajaya saat melakukan audensi dengan Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, di Kantor Walikota Denpasar, belum lama ini.

Lebih lanjut Nyoman Kertajaya mengharapkan, Pitik Village Festival yang berlangsung bertepatan dengan Hari Raya Galungan dapat menjadi alternatif tempat berwisata di hari raya bagi masyarakat Kota Denpasar terutama pada Umanis Galungan. “Tentu hal ini akan dapat menambah keragaman objek wisata di Kota Denpasar,” imbuhnya.

Sementara Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, pelaksanaan Pitik Village Festival sejalan dengan program Pemkot Denpasar dalam melakukan pemberdayaan potensi masyarakat yang ada.

Di samping itu langkah ini juga tak terlepas dari rencana menyebar pelaksanaan Denpasar Festival (Denfest) yang sebelumnya hanya dipusatkan di sekitar Catus Pata Patung Catur Muka Denpasar. Disebarnya pelaksanaan Denfest di setiap kecamatan di Kota Denpasar diharapkan dapat memberi kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk menampilkan potensi lokal wilayahnya kepada masyarakat luas.

 “Pelaksanaan festival semacam ini nantinya dapat menyajikan konten- konten bernuansa lokal yang dapat membantu pemberdayaan potensi- potensi lokal di desa masing-masing. Berbagai macam produk khas desa masing-masing ini nantinya dapat dikemas secara lebih inovatif untuk mendukung apa yang disebut dengan one product one village,” ujar Rai Mantra.