Bali Tribune, Jumat 22 Juni 2018
Diposting : 7 October 2016 14:10
Djoko Purnomo - Bali Tribune
olahraga
Keterangan Gambar: 
Nengah Sudiartha

Denpasar, Bali Tribune

Pengprov Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Bali mendukung permintaan PB PJSI kepada PB PON Remaja II/2017 agar kelas yang dipertandingkan bertambah dari 6 kelas pada PON Remaja I/2014 Jawa Timur menjadi 12 kelas pada PON Remaja II Jawa Tengah.

Ketua Harian PJSI Bali, Nengah Sudiartha, Kamis (6/10) di Denpasar mengatakan, PB PJSI telah bersurat ke PB PON Remaja terkait penambahan kelas tersebut. Namun setahu dia, sampai saat ini masih belum ada jawaban resmi. PON Remaja II akan dihelat di Jawa Tengah pada Juli tahun depan.

“Surat dari PB PJSI sudah dilayangkan ke PB PON Remaja, beberapa waktu lalu. Tinggal menunggu keputusan dari PB PON Remaja saja, dan kami berharap usulan penambahan kelas itu disetujui,” ucap perwira menengah polisi berpangkat AKBP itu.

Nengah Sudiartha menyebut bahwa penambahan nomor atau kelas yang dipertandingkan di PON Remaja nanti mengacu pada kelas yang dipertandingkan di Youth Games, yakni 12 kelas.

Bagi Bali sendiri, lanjut dia, penambahan kelas memang sangat penting juga. Pasalnya, jika tetap dipertandingkan 6 kelas saja, maka akan berat juga untuk mempertahankan 4 medali emas yang diraih Bali saat PON Remaja I Jawa Timur dua tahun silam itu.

“Jelas akan berat mempertahankan 4 emas yang diraih di Surabaya jika tetap dipertandingkan 6 kelas, perhitungan itu karena sekarang ini persaingan di dunia judo nasional untuk ukuran remaja sangan ketat,” tambah Sudiartha.

Namun jika nantinya di Semarang benar-benar kelas bisa ditambah menjadi 12 kelas, maka Bali diakuinya bakal memiliki peluang besar untuk mempertahankan emas tersebut. Meski tak dipungkiri Sudiartha hal itu butuh kerja keras dan perjuangan besar.

Lantas bagaimana dengan perekrutan judoka remaja itu sendiri? Sudiartha mengatakan, nanti judoka remaja yang usianya masuk dalam aturan PON Remaja bakal dipantau prestasi, potensi dan kualitasnya pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) judo junior, yang rencananya dihelat Pengprov PJSI Bali sekitar Desember atau Januari tahun depan.

“Semua itu sekaligus sambil menunggu informasi resmi dari PB PON Remaja atau PB PJSI, sehingga kami bisa menentukan jumlah judoka yang kami rekrut untuk PON Remaja II,” demikian Nengah Sudiartha.