Bali Tribune, Sabtu 21 Juli 2018
Diposting : 2 May 2018 17:19
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Legong Binor
Keterangan Gambar: 
Legong Binor pada pelatihan yang digelar Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Senin (30/4).
BALI TRIBUNE - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menggelar latihan persiapan sekaligus pembinaan Sekaa Palegongan Banjar Binoh Kaja, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara sebagai Duta Kota Denpasar dalam Pesta Kesenian Bali (PKB)  ke-40 Tahun 2018, Senin (30/4) di Balai Banjar Binoh Kaja .
 
Dalam  pembinaan yang dihadiri Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Nyoman Sujati, Camat Denpasar Utara, Nyoman Lodera, serta Tim Pembina Kesenian Provinsi Bali. Dalam kegiatan tersebut, tampak Duta Kota Denpasar akan mementaskan berbagai jenis tarian dan tabuh seperti Gending Gegambangan, Legong Keraton Lasem, Tabuh Kembyang Kembyot serta Legong Binor.
 
Dari berbagai jenis tarian dan tabuh yang akan ditampilkan pada PKB ke-40 mendatang, tampak salah satu tarian yang menceritakan asal-usul daerah Binoh yakni tarian “Legong Binor”. Dimana diceritakan krama Binor pada zaman Bali kuno dibangun oleh seorang Rsi dengan sebutan Dang Acarya Widyarka Kacaiwan bersama para muridnya. Benua atau daerah yang penuh dengan hutan glagah, dikelilingi oleh 2 sungai dan sangat terisolir. Karena ini mempunyai ciri daerah yang sangat angker dan “kabinawa” di susul kemudian datanglah para ksatria Gading Wani, Bendesa Manik Mas, Pasek Kubayan, Pasek Gelgel, Para Arya, Prabali dan lain sebagainya. 
 
Demikian disampaikan Kelian Banjar Binoh Kaja, Ketut Suena didampingi Kelian Sekaa Palegongan, Wayan Sudiana di sela-sela pembinaaan.
 
Lebih lanjut Suena mengatakan, seiring dengan berjalannya sang kala atau waktu, pada sasih jiyesta, rah 3, tenggek 7 oleh pejabat Icili Pemayun dibangunlah Prahyangan Pura Dalem Bengkel dan Pura Dalem Penataran Batan Dulang. Dengan terbangunnya Prahyangan, keamanan dan kenyamanan karma ini membuat daya tarik orang lain untuk menetap disini. Krama Binor kemudian menjadi Binoh yang Kabinawa.
 
Pengambilan judul ini sesuai dengan kriteria yang telah dikeluarkan dari Pemerintah Provinsi yang mengambil tema “ Teja Dharmaning Kauripan”. Selain itu, dalam persiapan pementasan ini pihaknya mengaku lebih mendominasi penabuh maupun penari dengan generasi muda atau talenta muda di Banjar Binoh Kaja. "Dalam persiapan pentas di PKB yang akan datang, kami telah menyiapkan penari dan penabuh generasi muda yang telah dipersiapkan sekitar 3 bulan yang lalu,” ujarnya.
 
Kedepan pihaknya berharap melalui kegiatan PKB ini dapat menciptakan generasi-generasi muda yang bertalenta dan tentunya akan menjadi penerus seni dan budaya yang tak terlepas dari adat istiadat serta sebagai umat beragama.
 
"Melalui PKB ini juga sebagai pacuan untuk anak-anak di dalam belajar berkesenian yang nantinya juga akan dipersiapkan untuk ngayah di Pura,” ujar Suena.    
 
Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan bantuan dana pembinaan yang diserahkan oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Nyoman Sujati.