Bali Tribune, Senin 18 Juni 2018
Diposting : 15 November 2017 17:44
Redaksi - Bali Tribune
PKK
Keterangan Gambar: 
PELATIHAN - Ibu PKK Siangan ikuti pelatihan tata rias dan sanggul, Senin (13/11).

BALI TRIBUNE - Ibu-ibu anggota PKK di Desa Siangan, Gianyar terlihat sangat antusias mendapat kesempatan ikut kursus pelatihan tata rias secara cuma-cuma  yang digelar TP PKK Kabupaten Gianyar. Pelatihan berlangsung selama 3 hari (13- 15 November), dibuka Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra, di Balai Banjar Desa Siangan Gianyar, Senin (13/11).

Pelatihan yang diikuti 100 orang  ibu-ibu PKK dari 11 banjar di Desa Siangan mendapatkan demo tentang make up dan tata cara membuat sanggul dari A.A Ayu Ketut Agung dari LPK Salon Agung dan praktek make up dari LPK Putra Intan Gianyar. 
Menurut Ny. Surya Adnyani Mahayastra, pelatihan tata rias ini merupakan program life skill dari Pemkab Gianyar. Ibu-ibu di desa diberikan berbagai macam pelatihan seperti tata rias, menjahit, memasak dan lain-lainnya adalah untuk membantu memberikan keterampilan pada ibu-ibu di desa agar nantinya dapat dikembangkan sebagai sumber penghasilan keluarga.

Menurut Ny. Adnyani Mahayastra jenis pelatihan tidak hanya sebatas tata rias saja, namun disesuai dengan kebutuhan ataupun permintaan dari masyarakat setempat. Materi pelatihan tata rias terutama memasang sanggul dan make up ini diberikan karena melihat dari kebutuhan masyarakat itu sendiri. Bagi perempuan Bali, khususnya Hindu, banyak sekali kegiatan adat dan keagamaan yang mewajibkan kaum perempuannya untuk memakai sanggul. Jika keterampilan ini sudah dimiliki, tentu tidak perlu lagi memakai jasa salon yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Manurut Adnyani Mahayastra, jika keterampilan tata rias ini ingin mereka kembangkan sebagai mata pencaharian, sudah ada wadah salon desa di masing-masing desa di seluruh Gianyar.  “Kami tidak hanya memberikan pelatihan saja, namun kami juga menyediakan wadah sebagai tempat berkreasi berupa salon desa. Tempat inilah yang nantinya dapat dikembangkan dan hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama,” jelasnya.

Istri dari Wabup Made Mahayastra terjun langsung ikut memberikan masukan kepada peserta pelatihan. Karena seringnya dia mengikuti pelatihan tata rias, Ny. Adnyani Mahayastra jadi sedikit lebih tahu bagaimana tata rias wajah yang baik dan sesuai dengan bentuk wajah dan warna kulit. Sikap inilah yang ingin ditularkan kepada peserta. Dia berharap peserta tidak hanya datang dan duduk selama mengikuti pelatihan, tetapi harus di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kadek Widiasih, peserta dari PKK Banjar Sawan, Siangan mengaku sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini. Dirinya sudah lama ingin mengikuti kursus tata rias, tetapi karena terbentur biaya yang cukup mahal, niat itu terpaksa diurungkan. Makanya pelatihan ini benar-benar dimanfaatkannya semaksimal mungkin. Apalagi segala peralatan pelatihan seperti sanggul, make up, sisir dan lain -lainnya disediakan secara gratis.