Diposting : 9 November 2018 22:06
I Made Darna - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
POHON TUMBANG - Penanganan bencana pohon tumbang yang menutupi badan jalan di Desa Kekeran, Mengwi.
 
BALI TRIBUNE - Wilayah Badung "dihajar" pohon tumbang dalam dua hari terakhir. Peristiwa yang dipicu hujan lebat ini menimpak beberapa titik di gumi keris. Beruntungnya, secara keseluruhan tidak ada korban jiwa dan kerugian material yang berarti akibat bencana ini. 
 
Namun, peristiwa ini cukup membuat kerepotan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung. Berdasarkan data terbaru BPBD Badung, pohon yang tumbang akibat guyuran hujan lebat di antaranya, pada Rabu (7/11), pohon beringin di Pura Beten Bingin, Banjar Jumpayah, Mengwitani.
 
Tidak ada kerusakan yang ditimbulkan oleh ambruknya beringin ini. Sebuah pohon Singapur juga tumbang di Jalan Raya Darmasaba-Mambal. Di kelurahan Sading, hujan lebat dan angin kencang juga membuat tanah longsor dan pohon tumbang hingga menutupi jalan.
 
Petugas BPBD Badung dibantu masyarakat sekitar selain membersihkan urukan tanah juga secara bergotong royong menyingkirkan dahan pohon yang tumbang ke jalan.
 
Di tempat terpisah, pohon tumbang juga terjadi di Jalan Pratu Rai Madra, tepatnya di depan Pura Dalem Kelod, Desa Kekeran, Mengwi. Pohon jenis beringin ini sempat menutupi badan jalan dan membuat kabel listrik jatuh.
 
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, dr Ermy Setiari, yang dikonfirmasi, membenarkan terjadinya peristiwa pohon tumbang disejumlah wilayah Badung. Kata dia, peristiwa ini disebabkan oleh hujan lebat dan angin kencang yang terjadi pada Selasa malam (5/11) hingga Rabu pagi (6/11).
 
Atas kejadian ini, pihaknya mengaku sudah melakukan penanganan dengan menurunkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan pembersihan dan pemotongan dahan pohon yang tumbang.
 
“Hujan lebat dan angin kencang membuat banyak pohon tumbang. Dan begitu menerima laporan kita sudah turunkan tim untuk melakukan penanganan," ujarnya, Kamis (8/11). Saat ini sebagian besar pohon yang menutup jalan dan bangunan ini sudah bisa ditangani.
 
Selain melakukan pembersihan dan evakuasi, pihaknya juga tengah melakukan pendataan kerugian. "Sudah sebagian besar berhasil kita tangani," katanya.
 
Karena intensitas hujan diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, dr Ermy mengimbau kembali masyrakat agar senantiasa waspada. Pasalnya, bencana alam bisa terjadi dimana saja dan kapan saja.