Bali Tribune, Minggu 27 Mei 2018
Diposting : 19 May 2017 17:17
Khairil Anwar - Bali Tribune
narkoba
Keterangan Gambar: 
PERLIHATKAN - Kasat Narkona AKP Adnyana TJ perlihaatkan paket sabu-sabu yang diamankan dari tersangka Surekandi.

BALI TRIBUNE - Sembilan paket narkoba jenis sabu-sabu berhasil diamankan dari tangan Bandar narkoba wilayah timur Buleleng bernama Made Surekandi (52) warga Dusun Kanginan, Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Sabtu (13/5) sekitar pukul 18.30 wita. Surekandi merupakan target operasi yang diburu setahun belakangan dan selalu bisa lolos karena kelicinannya. Dari tangan Surekandi diamankan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu dengan berat total 2 gram lebih, yang terbagi dalam 9 paket sabu-sabu siap edar.

Kasat Narkoba Polres Buleleng AKP Ketut Adnyana Tunggal Jaya mengungkap awal ditangkapnya Surekandi. Bermula dari informasi masyarakat tentang akan adanya transaksi narkoba di wilayah Dusun Kanginan. Berangkat dari informasi itu langsung dilakukan penyelidikan dilokasi dimaksud. Surekandi yang memang menjadi TO ini ditemukan dan langsung dilakukan penggledahan diseputaran rumahnya. ”Sebelumnya tersangka sudah kami intip dan kemudian kami lakukan penggerebegan. Selain menggeladah seluruh tubuh pelaku,seputaran tempat tinggalnya juga disisir dan hasilnya Sembilan paket  sabu-sabu pada saku celana bagian belakang sebelah kanan berhasil diamankan,” jelasnya didampingi Kasubag. Humas AKP. Suartika, Rabu (18/5).

Sembilan paket sabu-sabu yang siap edar itu sudah diseplit dengan berat masing-masing diantaranya, dengan berat Kode A berat 0,23 gram, kode B berat 0,19 gram, kode C berat 0,23 gram, kode D berat 0,20 gram, kode E berat 0,19 gram, kode berat 0,23 gram, koda G berat 0,18 gram, koda H berat 0,19 gram, kode I berat 0,23 gram diamankan bersama sebuah handphone dan celana pendek yang dikenakan pelaku. ”Tersangka bagian dari jaringan Denpasar dan cukup lihai menghindar dari sergapan polisi. Sebagian besar pelaku narkoba di Buleleng ini ada kaitan dengan jaringan Lapas Kerobokan. Tersangka ini memang sebagai pengedar dan juga pemakai, istilahnya tersangka sebagai Bandar di wilayah Tejakula dengan sistem tempel,”imbuhnya.

Sementara pengakauan Surekandi mendapatkan barang tersebut selain untuk konsumsi sendiri juga untuk dijual dengan harga satu paket antara Rp 300 ribu sampai Rp350 ribu.”Konsumen datang (membeli) kerumah .Saya sekarang sudah kapok,”sesalnya.Akibat perbuatannya Surekandi dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) atau pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp8 Miliar.