Bali Tribune, Jumat 20 Juli 2018
Diposting : 16 November 2017 20:43
Bernard MB - Bali Tribune
seminar
Keterangan Gambar: 
Dr. Ir. Sulistianingtias bersama AKBP Ketut Kardita saat memberikan pemaparan, kemarin.

BALI TRIBUNE - Kecelakaan lalu lintas  (lakalantas) dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Bahkan, kasus lakalantas menjadi penyebab kematian yang serius di Indonesia. Berbagai upaya terus dilakukan polisi melalui Direktorat Lalu Lintas (Dit Lantas) agar terciptanya budaya keselamatan dan tertib berlalu lintas agar angka kecelakaan dapat dikendalikan. Sementara PT. Jasa Raharja (Persero) sebagai badan usaha milik negara tidak hanya terfokus pada tindakan kuratif memberikan dana santunan kepada korban lakalantas, tetapi juga secara aktif terus meningkatkan peran di bidang preventif dalam bentuk berbagai program pencegahan kecelakaan dan keselamatan berlalu lintas.

"Polisi dan Jasa Raharja akan ‘go to campus’ dengan melakukan seminar dan safety riding dengan tema; melalui pendidikan kita bangun budaya tertib berlalu lintas," ungkap Kepala Cabang PT. Jasa Raharja Cabang Bali, Dr. Ir. Sulistianingtias, MM., AAIK., CRMP didampingi Kasubdit Kamsel Dit Lantas Polda, AKBP Ketut Kardita dalam jumpa wartawan di Mapolda Bali, Rabu (15/11).

Seminar akan diselenggarakan di gedung Aula Joop Ave Kampus Sekolah Tinggi Pariwisata Bali, Nusa Dua, Jumat  (17/11) dan safety riding keesokan harinya di lapangan Puputan Margarana Renon, Denpasar. Seminar menghadirkan nara sumber dari Korlantas Polri, PT. Jasa Raharja kantor pusat, serta pengamat transportasi dan kebijakan publik.

"Dalam seminar nanti kita akan memberikan edukasi kepada para mahasiswa sekaligus meminta masukan, ide - ide dan saran dari mereka. Karena kita ingin membudayakan keselamatan berlalu lintas sebagai suatu kebutuhan. Dan kita berharap nantinya budaya keselamatan dapat diwujudkan sebagai suatu kebutuhan yang harus dikembangkan, dipelihara dan dijaga secara bersama - sama," harap Sulistianingtias.

Sementara Kardita menjelaskan, kegiatan seminar dan safety riding dengan menyasar para mahasiswa selaku generasi muda karena generasi muda sangat rentan dengan kecelakaan lalu lintas. Data menunjukkan, 35 persen lankalantas dialami oleh para usia produktif 15 - 35 tahun. "Untuk di Bali, setahun ada sekitar enam ratus orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas. Kita sasar para remaja karena remaja adalah darah muda yang masih emosional dalam berkendara dan lalai dengan mengabaikan aturan - aturan lalu lintas. Mereka diharapkan menjadi agen - agen teladan dalam berlalu lintas. Sehingga kegiatan ini kita akan berikan informasi dan wawasan tentang cara - cara berlalu lintas yang baik dan benar. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan," imbuhnya.