Diposting : 9 September 2016 11:13
redaksi - Bali Tribune
Reklamasi
Keterangan Gambar: 
AKBP Waluya

 Gianyar, Bali Tribune

Seorang pemuda asal Desa Lebih, Gianyar, Kadek Agus Wirasmana menjalani pemeriksaan intensif  di Polres Gianyar menyusul sebuah broadcast di akun Twitter, yang memajang foto pemuda ini, yang dinilai melecehkan lambang negara Pancasila.

Dari akun twitter @banaspati 2001 itu terpampang  foto Kadek Agus Wirasmana sedang memberi hormat kepada bendera ForBali.  Dalan foto ini  tertulis status “Indonesia Sudah Mati, Pancasila Was Dead“.  Karena dinilai melecehkan Pancasila, Dek Agus kemudian didatangi aparat polisi dari Polres Gianyar dipimpin Ipda IGN Winangun.

Kadek Agus Wirasmana didatangi polisi pada Minggu (4/9) malam. Sumber di Polres Gianyar menyebutkan Dek Agus menjalani pemeriksaan polisi hingga Senin dini hari. Di Mapolres Gianyar polisi melakukan pemeriksaan terkait kepemilikan akun twitter @banaspati2001.

Kala itu, di hadapan polisi Dek Agus menegaskan bahwa foto profil yang digunakan memang miliknya, namun ia tidak tahu-menahu terkait akun twitter tersebut. Pada kesempatan itu pula, polisi  menyita celana, HP dan baju yang bertuliskan tolak reklamasi milik Dek Agus.

Dihubungi terpisah, Kamis (9/9),  Kapolres Gianyar AKBP Waluya membenarkan pihaknya sudah memeriksa dan menyita sejumlah barang milik Kadek Agus Wirasmana, karena terkait kasus pelecehan terhadap Pancasila.

Disebutkan AKBP Waluya, pemeriksaan ini berawal dari atensi Unit Cyber Crime Polda Bali, yang mendeteksi ada pelecehan lambang negara. Waluya menambahkan,  informasi dari Cyber Crime Polda Bali menyatakan bahwa oknum yang melakukan pelecehan terhadap Pancasila itu dari seputaran Gianyar.

Hasil pemeriksaan sementara, lanjut AKBP Waluya, akun twitter itu bukan milik Kadek Agus Wirasmana. Meski demikian sejumlah barang milik pemuda asal Desa Lebih ini masih diselidiki di Mapolda Bali. “Hasil pemeriksaan memang fotonya benar, tapi kemungkinan foto oleh orang tidak dikenal,“ ucapnya.

Ditegaskan pula,  tidak akan ada pengawasan khusus terhadap pemuda yang selama ini berjuang tolak reklamasi Teluk Benoa itu.  Apalagi, selama ini aksi di lapangan oleh pemuda yang tergabung dalam ForBali itu berlangsung tertib. “Pemeriksaan ini hanya karena ada pelecehan lambang negara, itu saja,“ pungkasnya.