Diposting : 10 January 2019 21:28
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Nyoman Yamadhiputra
BALI TRIBUNE - Jumlah nomor pada cabang olahraga pencak silat yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua sama dengan jumlah nomor yang dipertandingkan saat PON XIX/2016 Jawa Barat.
 
“Kendati dari sisi jumlah tidak ada pengurangan, namun untuk kelas dan nomor pertandingan ada perubahan,” ujar Sekretaris Umum Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bali, Nyoman Yamadhiputra, Rabu (9/1) di Denpasar.
 
Menurut Yamadhiputra, perubahan nomor pertandingan yang dimaksudkan itu yakni ada nomor/kelas yang dulu di PON 2016 dipertandingkan, tetapi di PON Papua tidak dipertandingkan. Begitu juga sebaliknya, ada nomor yang dulunya tidak dipertandingkan, dipertandingkan di PON 2020.
 
"Atas dasar itulah, kami harus menyusun program setelahnya, terutama proses penentuan pesilat nanti. Kalau soal atlet yang akan menghuni tim bayangan, IPSI Bali sudah ada kok," ujar pria berkepala plontos ini.
 
Terkait pesilat-pesilat itu, Yamadhiputra yang juga Binpres KONI Bali mengungkapkan tim bayangan Pra-PON Bali itu bersumber dari hasil Penelitian Bali 2017 di Gianyar. Kemudian ada juga atlet yang menghuni posisi serta atlet potensial lainnya yang sudah dalam pendataan Binpres IPSI Bali. Hanya saja, proses penentuannya masih belum bisa disebutkan, karena menyangkut jadwal kapan Pra-PON akan digelar.
 
"Tergantung dari hasil Rakernis PB IPSI nantinya. Kalau Pra-PON setelah porprov 2019, kemungkinan hasil porprov itu akan dipakai tim definitif. Tapi, jika sebelum porprov, akan dilaksanakan rapat teknis khusus di IPSI Bali untuk membahas mekanismenya," tegas mantan juara pencak silat dunia ini.
 
Pada PON XIX/2016 Jawa Barat, cabang olahraga pencak silat menyumbang dua medali emas bagi kontingen Bali dari nomor laga putra dan nomor seni ganda putri.