Diposting : 28 December 2017 22:06
Djoko Purnomo - Bali Tribune
medali
Keterangan Gambar: 
Ni Made Suparmi

BALI TRIBUNE - Pengprov Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Bali bertekad menambah perolehan medali saat gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua. Sebab, cabang olahraga dancesport berpotensi menambah kategori/nomor yang dipertandingkan di Papua nanti.

Penambahan nomor itu secara otomatis akan menambah jumlah medali emas yang diperebutkan dari sebelumnya di PON Jabar XIX tahun 2016 lalu hanya memperebutkan 15 keping medali emas sedangkan di Papua berpotensi bertambah menjadi 21 keping medali emas.

"Arahnya memang akan ada penambahan medali emas lagi 6 medali. Dan, kami IODI Bali all out memperjuangkan hal itu nanti. Sebab, rapat kerja nasional pengurus IODI Pusat dan jajaran Pengprov IODI seluruh Indonesia akan digelar di Bali," ungkap Ketua Umum IODI Bali, Ni Made Suparmi di Denpasar, Rabu (27/12).

Tambahan 6 kategori itu, yakni di kategori Synchronize cha cha & jive,  synchronize waltz & Quickstep, dance tradisional & break dance. Penambahan jumlah medali itu juga berpeluang besar akan bertambah, apalagi Ni Made Suparmi juga sebagai Sekjen PP IODI.

Kata Suparmi, kenapa berjuang harus ada penambahan medali, pertama ingin memberikan ruang bagi para pedansa untuk ambil bagian di nomor/kategori yang dia inginkan. Meskipun secara umum, masih sama seperti saat PON Jabar. Namun dengan penambahan jumlah medali itu akan membuka peluang bagi daerah untuk menambah pundi-pundi medali emasnya.

"Kepastian ada penambahan atau tidak, memang diputus nanti 6 Januari di Bali. Tapi, tuan rumah Papua juga memberikan respon positif agar ada penambahan medali di cabor dansa. Jadi, itu sangat bagus untuk bisa dimaksimalkan nantinya," tutur Suparmi.

Dan, yang paling menggembirakan Technical Deletage dari cabor dansa untuk PON Papua akan dipimpin dirinya. "Arah sementara memang saya ditunjuk selaku TD. Jadi, itu bagus dan merupakan peluang untuk Bali," tandas Suparmi dan menambahkan dirinya tidak ingin ada kekecewaan kembali muncul secara berlebihan seperti PON Jabar. Sehingga dari 21 nomor yang dipertandingkan nanti, 2 di antaranya merupakan gerakan baku.

Untuk itu, dia akan berusahaya mengakomodir semua kepentingan demi dancersport Indonesia terus bisa ada dan eksis ke depannya. Hanya saja, dia memberikan isyarat tidak sembarangan atlet dansa bisa tampil di PON. Karena nanti ada sistem pengumpulan poin, setiap Kejurnas yang dihelat. Ini untuk mengantisipasi munculnya pendansa musiman/dadakan saat event PON.

"Semua daerah yang aktif sudah sepakat membentuk semacam poin untuk pedansa. Jadi, kriteria tampil di PON harus dipenuhi untuk pedansa yang ingin tampil di PON. Yakni, poinnya harus terpenuhi," jelas Suparmi.