Bali Tribune, Senin 21 Agustus 2017
Diposting : 17 June 2017 15:36
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Sekolah
Keterangan Gambar: 
TITIPAN - Salah satu orangtua siswa saat melihat pengumuman penerimaan siswa baru di Sekolah Dasar Pembina Negeri Tulangampiang Denpasar, Jumat (16/6).

BALI TRIBUNE - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tingkat Sekolah Dasar Tahun 2017 di Denpasar ternyata tidak luput dari penyimpangan. Proses penerimaan siswa baru untuk SD di ibukota Provinsi Bali ini ternyata masih diwarnai dengan siswa titipan. Salah satunya terjadi di Sekolah Dasar Pembina Negeri Tulangampiang Denpasar.

Diduga sekolah percontohan tersebut menerima siswa titipan dengan jumlah mencapai 18 siswa. Jumlah siswa titipan ini bahkan berbeda tipis dengan jumlah siswa yang diterima melalui jalur umum yang hanya mencapai 25 orang siswa.

“Iya ini, di papan ada keterangan siswa titipan, jumlahnya sampai 18 orang siswa. Sementara jumlah yang lulus jalur umum hanya 25 orang siswa. Sisanya melalui jalur banjar. Kok aneh ya isi titip menitip begitu,” ujar salah satu orang tua siswa yang enggan menyebutkan namanya saat melihat papan pengumuman penerimaan siswa baru di Sekolah Dasar Pembina Negeri Tulangampiang Denpasar, Jalan Mertayasa No 4 Denpasar, Jumat (16/6).

Dikatakan, mengingat adanya jalur titipan tersebut maka kuota untuk calon siswa baru dari jalur umum menjadi berkurang. Seharusnya, kata dia, siswa hanya diterima melalui jalur umum (luar lingkungan) dan dari jalur lingkungan sekitar (banjar).

“Saya kurang tahu bagaimana itu proses nitipnya. Siapa yang menitip, biar gak salah saya ngomong ya, tapi yang jelas kuota dari jalur umum menjadi berkurang. Kalau dilihat dari jumlahnya malah beda tipis dengan jalur umum. Cuma beda tujuh orang siswa saja. Yang saya tahu penerimaan hanya melalui jalur umum dan banjar tetapi kalau titipan ini jalur apa?,” tandasnya bertanya.

Sementara pantauan wartawan, dalam papan pengumuman hasil penerimaan siswa didik baru yang ditempel di Sekolah Dasar Pembina Negeri Tulangampiang Denpasar diketahui sedikitnya ada 93 orang siswa baru yang diterima di sekolah tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 56 siswa diterima melalui jalur banjar dan sebanyak 25 diterima melalui jalur umum. Menariknya dari papan pengumuman tersebut, juga dengan terang-terangan tertera adanya sebanyak 18 siswa diterima melalui jalur titipan.

Selain diwarnai siswa titipan, proses penerimaan peserta didik baru di SD Pembina Negeri Tulangampiang Denpasar juga dikeluhkan orangtua calon siswa yang mendaftarkan anaknya di sekolah tersebut. Orangtua keberatan lantaran pihak sekolah diduga melakukan mobilisasi pungutan berkedok sumbangan sukarela.

Salah satu orangtua calon siswa yang mendaftarkan anaknya untuk bersekolah di SD tersebut, Indra Arjuna, mengaku pada saat pendaftaran ke sekolah tersebut pihaknya disodorkan surat pernyataan sebagai persyaratan pendaftaran. Dalam surat pernyataan itu, kata Indra, apabila diterima di sekolah bersangkutan orangtua diminta menyanggupi empat poin penting di surat pernyataan.

Dikatakan, 4 poin yang harus disepakati orangtua siswa yakni agar pihak orangtua bersedia mengikuti semua program yang dilaksanakan di SDP Negeri Tulangampiang, bersedia ditempatkan di kelas manapun, bersedia menaati semua peraturan yang berlaku, dan orangtua bersedia membantu/menutupi kekurangan biaya di atas standar pembiayaan pendidikan, kecuali bagi peserta didik dari orangtua tidak mampu secara ekonomi dengan dibuktikan surat keterangan miskin.

 “Nah yang menarik itu di poin empat, dimana dari pernyataan itu disebutkan agar orangtua bersedia membantu/menutupi kekurangan biaya di atas standar pembiayaan pendidikan, kecuali bagi peserta didik dari orangtua yang tidak mampu. Sebagai orangtua kami dipojokkan. Mau tak mau terpaksa ditandatangani surat pernyataan itu. Bukan masalah uangnya, tapi apa masih boleh seperti itu. Katanya aturannya tidak boleh pungutan dari orangtua siswa,” tandasnya.

Saat ingin mengonfirmasi langsung ke pihak sekolah, kepala sekolah (Kasek), Gusti Ngurah Suteja ternyata tidak ada di sekolah dan Wakasek pun demikian. Di sekolah yang ada hanya guru-guru wali kelas dan sejumlah staf tata usaha. Sayangnya mereka tak mau berkomentar. “Bapak (Kepala Sekolah) sedang di kampung ada upacara agama. Hari senin kesini nggih, atau telpon ke nomernya,” ujar salah satu guru di sekolah tersebut. Sementra saat dicoba dihubungi via saluran telepon ternyata nomor yang dihubungi tidak diangkat.

Kabid Bina SD Disdikpora Kota Denpasar, I Ketut Sudana saat dikonfirmasi membantah adanya siswa titipan di Sekolah Dasar Pembina Negeri Tulangampiang Denpasar. Pihaknya mengakui sekolah bersangkutan hanya menerima siswa dari dua jalur yakni jalur umum dan jalur banjar pendukung. “Itu bukan titipan, tetapi bagian dari pendaftaran jalur umum,” ujarnya.