Diposting : 12 October 2018 01:00
redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Petugas saat evakuasi korban dari kamar kosnya.
BALI TRIBUNE - Seorang wisatawan asal Inggris, Terry Roger Wills (48) ditemukan tewas membusuk di dalam kamar kosannya di Jalan Hangtua Gang III Denpasar Selatan, Selasa (9/10) pukul 16.00 Wita. Belum diketahui secara pasti tewasnya pemilik nomor pasport 327566ZE tersebut. Namun, dugaan awal lantaran sakit yang dideritanya. Hal ini diperkuat dengan tidak ditemukan adanya tanda - tanda kekerasan pada tubuh korban.
 
Informasi yang dihimpun kemarin mengatakan, tewasnya pria kelahiran 22 Januari 1970 ini berawal dari kecurigaan pemilik kos bernama Dewa Gede Karisma Siwi (33). 
 
Saat itu ia sedang membersihkan halaman kosan dan melihat banyak lalat yang kerumun di pintu kamar koeban. Ia kemudian mendekat dan mencari tahu. Saat mendekat ke pintu kamar nomor 3 itu bau menyengat llangsung tercium. "Dugaan penghuni kosan meninggal semakin menguat. Karena banyak lalat dan bauh busuk yang menyengat," ungkap seorang petugas kepolisian.
 
Pemilik kosan kemudian menghubungi guide, Wayan Sunarta yang membawa korban untuk ngekos di lokasi kejadian. Namun ia sedang berada di luar kota, sehingga Dewa Gede mengintip melalui jendela kamar. Korban terlihat masih dalam keadaan tidur di atas tempat tidur dan sudah dikerumuni lalat. Atas temuan itu, saksi melaporkannya ke Polsek Denpasar Selatan. "Kemudian petugas datang ke TKP dan bersama-sama membuka pintu kamar dengan paksa. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan identifikasi," terangnya.
 
Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol I Nyoman Wirajaya mengungkapkan, setelah mendapat laporan anggota Reskrim langsung berkoordinasi dengan tim inafis Polresta Denpasar untuk melakukan olah TKP serta pemeriksaan saksi-saksi. Korban diduga kuat meninggal karena sakit diare yang dideritanya. 
 
Hal ini diperkuat dengan keterangan guide yang sempat membawa korban ke apotik untuk membeli obat dua pekan sebelumnya. "Kalau pengakuan saksi guide, memang korban memiliki riwayat sakit. Saat masuk di kosan pada waktu itu sudah dalam kondisi lemes gitu," tutur Wirajaya.
 
Meski mengarah pada korban meninggal karena sakit, namun polisi tetap menunggu hasil resmi petugas forensik. Sehingga jenazah dievakuasi ke RSUP Sanglah untuk dilakuka otopsi. "Kita sudah evakuasi korban untuk diotopsi guna mengetahui secara pasti penyebab kematian korban," pungkasnya.