Diposting : 25 May 2016 14:16
habit - Bali Tribune
KPN ,
Keterangan Gambar: 
Kegiatan pengantar tugas Prim Haryadi dalam jabatan baru sebagai KPN Jakarta Selatan. dihadiri sejumlah pejabat Denpasar dan Badung.

Denpasar, Bali Tribune

H Prim Hariyadi SH MH, Selasa (24/5) resmi melepas jabatan Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Denpasar dalam acara pelepasan dan pengantar tugas yang digelar di PN Denpasar. Kesempatan tersebut, dihadiri Wakil Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar Sutoyo Sh MHum, jajaran Muspida Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, serta undangan lainnya.

Dikatakan Sutoyo, seharusnya kesempatan ini langsung menerima KPN Denpasar yang baru, Dr Yanto SH MH sebagai pengganti H Prim Haryadi SH MH yang dipercaya menduduki jabatan baru sebagai KPN Jakarta Selatan (Jaksel). Karena Yanto hingga kini belum bisa meninggalkan jabatan lama sebagai KPN Sleman, maka posisi KPN Denpasar untuk sementara dijabat Edward Harris Sinaga yang juga Wakil Ketua PN Denpasar.

“Pak Yanto belum bisa meninggalkan PN Sleman karena beberapa kendala. Namun dipastikan dalam dua minggu mendatang, Dr Yanto sudah bisa mengisi jabatan KPN Denpasar. Saya sudah serah terima dengan Waka PN, sehingga nantinya pak Edward (Edward Harris Sinaga SH MH) yang akan mengisi jabatan sebagai Ketua PN Denpasar, selanjutnya melakukan serah terima dengan pak Yanto. Setelah itu, pak Edward melanjutkan tugas sebagai KPN Batam,” jelas Prim Haryadi.

Lebih lanjut, dikatakan Prim Haryadi, selama satu tahun menjabat KPN Denpasar, sudah banyak pembenahan yang dilakukan terutama dalam administrasi perkara. Ia berharap pajabat yang baru akan bisa melanjutkan apa yang sudah dilakukannya selama menjadi orang nomor satu di PN Denpasar. “PR utama Ketua PN yang baru yaitu masalah administrasi perkara terutama penyelesaian perkara terkait upaya hukum banding dan kasasi,” lanjutnya.

Prim Haryadi menjelaskan banyak pengalaman yang didapat saat menjabat sebagai KPN Denpasar. Salah satunya, saat menangani perkara pembunuhan seorang bocah bernama Engeline oleh ibu angkatnya, Margriet Ch Megawe dan pembantunya, Agustay Handa May. Selain itu, kasus organisasi masyarakat (ormas) yang menjadi perhatian masyarakat Bali juga sudah berhasil diselesaikan secara baik. “Kinerja hakim sudah baik dalam penanganan perkara-perkara ini,” tegasnya.