Diposting : 11 August 2017 22:15
Arief Wibisono - Bali Tribune
Epson
Keterangan Gambar: 
Lina Marliana saat menjelaskan cara kerja Epson digital printing pada salah seorang buyer.

BALI TRIBUNE - Sebagai leader di bidang digital imaging dan solusi cetak, Epson kembali hadir dalam memperkuat komitmennya untuk mendukung perkembangan industri fashion dan Apparel, sebagai salah satu industri kreatif yang terus tumbuh di Indonesia.

Disebutkan Head of Commercial & Industry Epson, Lina Marliana, dalam beberapa tahun terakhir fokus mengembangkan digital textile printing. “Kehadiran digital textile printing seolah memberi angin segar dan kesempatan baru bagi dunia fesyen Apparel, aksesoris hingga interior. Misalnya, para desainer dapat menuangkan berbagai ide dalam mewujudkan imajinasi mereka ke atas lain tanpa batasan,” ujarnya disela sharing session yang bertajuk “Epson for Advance Fashion & Apparel Industry,” di Harris Riverview Kuta, Rabu (9/8).

Lina mengatakan, dipilihnya Bali sebagai bagian dari road show Epson di Jakarta Fashion Week (JFW) 2018 karena Bali selain terkenal karena pariwisatanya juga dianggap fasyen Bali saat ini tengah menggeliat. “Jadi bisa dibilang fasyen Bali masih memberikan daya tarik tersendiri, selain Bali sebagai daerah tujuan wisata,” sebutnya, seraya menambahkan diharapkan melalui Bali bisa menghantarkan industri fasyen Indonesia ke ajang internasional lebih dikenal lagi.

Ditambahkan, Bali unik karena buyernya bukan hanya masyarakat lokal tapi juga mancanegara. Bahkan pihaknya terus melakukan edukasi pada masyarakat terutama di bidang textile printing. Dijelaskan, solusi dengan menggunakan digital printing Epson para kustomer tidak perlu membeli bahan dalam kapasitas besar, artinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan semua bisa dicustom. Jadi dari sisi efisien jelas banyak keunggulan yang bisa didapat.

“Produk kami ramah lingkungan, aman digunakan karena chemical yang digunakan ECO friendly,” ujarnya. Berdasarkan data yang dilakukan pihak ketiga, survey menyatakan Epson masih menjadi market leader diantara produk competitor yang ada. Menurut keterangannya pertumbuhan bisnis dalam beberapa tahun belakangan ini mencapai 30 persen, meski diakui juga ada perlambatan, namun bisnis tetap tumbuh. “Meski terjadi perlambatan, namun kami tetap optimis bisnis akan tetap tumbuh,” tutupnya.