Diposting : 10 October 2018 13:01
Redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
CANDIDASA - Design revitalisasi Pantai Candidasa dilaksanakan tahun ini, tampak kondisi Pantai Candidasa yang sudah mengalami abrasi cukup parah.
BALI TRIBUNE - Proyek recovery atau revitalisasi Pantai Candidasa dipastikan akan berlangsung pada 2019. Pantai yang sempat menjadi legenda di kalangan wisatawan Eropa dan Asia tersebut dahulunya sangat terkenal dengan keindahan panorama pantai dengan pasir putihnya yang membentang luas jauh ketengah itu akan direcovery guna mengembalikan keindahannya dengan model sama seperti yang diterapkan di Pantai Sanur dan Sumawang.
 
Kepastian itu disampaikan oleh Made Deny, PJSA Bali Penida kepada koran ini, Selasa (9/10). Diakuinya saat ini proyek yang merupakan bantuan dari JICA Jepang itu saat ini masih dalam proses lelang konsultan. “Ya, saat ini prosesnya baru sampai lelang pemilihan konsultan,” ungkapnya. Konsultan yang memenangkan lelang itulah  nantinya akan membuat design proyek recovery Candidasa. Setelah design dibuat oleh konsultan, maka proses akan dilanjutkan kepembuatan Detail  Engenering Design (DED). “Kita perkirakan lelang proyek pisik hingga dimulainya pengerjaan proyek tersebut akan berlangsung pada 2019 mendatang,” lontarnya, sembari menyebutkan jika proyek tersebut akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 30 Miliar.
 
Hal senada juga sempat disampaikan oleh Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Dirjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR, I Ketut Jayada. Ketut Jayada saat itu menyampaikan jika revitalisasi Pantai Candidasa itu akan dilakukan hingga sepanjang lima kilometer. “Bukan reklamasi ya! Itu merupakan revitalisasi, dulu Candidasa itu merupakan pantai yang sangat indah, berpasir landai dan putih. Tetapi sekarang sudah rusak semua. Nah itu kita akan kembalikan lagi,” tegas Jayada.
 
Konsepnya kata dia sama seperti yang sudah dilakukan di beberapa pantai seperti Nusa dua, Kuta dan Pantai Sanur yakni dengan metode Senorismen, yakni menyemprotkan kembali pasir di bibir pantai. “Nah tentunya dengan beberapa bangunan-bangunan pantai, yang bisa melindungi dan tidak akan menyebabkan abrasi kembali,” lontarnya.
 
Ditegaskannya jika proyek ini merupakan bantuan dari pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), saat ini MoU-nya sudah dilaksanakan, dan sesuai rencana tahun 2018 ini proses design dari revitalisasi pantai ini sidah akan dilaksanakan. Karena bantuan pemerintah Jepang itu mulai dari design hingga pelaksanaan kontruksinya.