Bali Tribune, Sabtu 20 Januari 2018
Diposting : 8 January 2018 21:33
Djoko Purnomo - Bali Tribune
kompetisi
Keterangan Gambar: 
Nyoman Graha Wicaksana

BALI TRIBUNE - Askab PSSI Badung berharap di tahun 2018 ini anggaran yang diberikan KONI Badung tidak terjadi pemotongan seperti di tahun 2017 lalu. Sepanjang 2017, Askab PSSI Badung mendapat gelontoran Rp 1,2 miliar dari pengajuan awal Rp 3,5 miliar.

"Kalau dihitung-hitung sepanjang 2017 kemarin, justru kami kebanyakan norok, karena anggaran yang kami terima itu tidak bisa menutupi semua kompetisi yang Badung ikuti," ujar Ketum Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana, di Kuta, Minggu (7/1).

Dijelaskan Graha, kompetisi yang diikuti PSSI Badung selama 2017 lalu antara lain mulai PS Badung Liga 2, Persekaba Bali, Liga U-15 dan Liga U-17 (Piala Soeratin). Menurutnya, kalau dihitung-hitung menghabiskan Rp 2 miliar sepanjang tahun 2017 tersebut.

Bahkan, disebutkannya, kompetisi U-17 Piala Soeratin di mana wakil Badung lolos ke babak perempat final tidak mendapat bantuan dari pusat. Padahal, lanjut Graha Wicaksana, janji dari pusat dulu dikatakan jika lolos ke nasional, tim bersangkutan akan dibantu.

Dan juga, kata pria yang akrab disapa Koming ini, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menegaskan agar sepakbola di-support secara total tanpa embel-embel pemotongan anggaran. "Beruntung juga kami masih bisa dibantu pihak swasta seperti hotel, catering dan akomodasi. Dan juga gotong royong pengurus lainnya," ungkap Koming.

Atas pengalaman itu, Askab PSSI Badung masih belum bisa mengatakan secara detail event atau kejuaraan apa saja yang akan diikuti oleh Badung.

"Kami berharap anggaran itu bisa disetujui sepenuhnya di tahun 2018 ini, karena pembinaan terus berjalan dan semua kompetisi nasional dan daerah bisa diikuti semuanya," tandas Graha.