Bali Tribune, Rabu 13 Desember 2017
Diposting : 9 August 2017 20:14
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Ketut Suardana
Keterangan Gambar: 
Ketut Suardana

BALI TRIBUNE - Tudingan miring untuk wasit-wasit yang memimpin pertandingan di Liga 3 Wilayah Bali 2017, ditanggapi Ketua Asprov PSSI Bali Ketut Suardana. Bahkan, pria asal Ubud Gianyar ini, mengakui memang kualitasnya belum memuaskan jika tak mau dikatakan masih di bawah standar.

Memang sejak babak penyisihan grup, semifinal bahkan final, persoalan wasit yang memimpin laga jadi sorotan tim-tim peserta. Di semifinal, kubu Putra Pegok mengklaim sangat dirugikan wasit saat menghadapi Persekaba Bali di Lapangan Yoga Perkanthi Jimbaran. Kemudian duel Persekaba Bali vs Perseden Denpasar di laga pamungkas (final) di Stadion Dipta Gianyar Minggu (6/8) yang dipimpin Wasit Widi Asmadi. Kubu Perseden menuding wasit sebagai biang kerok kegagalan Laskar Catur Muka (julukan Perseden).

Bahkan, saat laga berlangsung, beberapa kali pelatih Perseden Nyoman Ambara dan AA.Bramastra mendatangi meja panitia untuk memrotes wasit yang dinilai sangat merugikan timnya. ''Saya mendatangi meja panitia saat itu, bukan ingin mengatur wasit. Tetapi mengingatkan kepada panpel, mari membangun sepakbola Indonesia dengan jiwa sportif,'' tegas Ambara saat dihubungi kemarin.

Ambara mengatakan, manajemen PSSI pusat di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi sudah bagus, karena itu di daerah hendaknya mendukung program Ketum PSSI tersebut agar sepakbola Indonesia ke depannya lebih maju dan lebih berprestasi.

Menanggapi wasit Widi Asmara yang memimpin laga final, Ketua Asprov PSSI Bali Ketut Suardana selaku penanggung jawab gelaran Liga 3 mengakui yang bersangkutan (Widi Asmara) merupakan yang terbaik versi Bidang Perwasitan Asprov PSSI Bali, yang diketuai Wayan Sukarja.

Meski begitu, dia mengakui kualitasnya memang belum sesuai dengan harapan. ''Ya, saya akui itu. Karena itu, kita akan menggelar penyegaran yang kami rencanakan 9 Agustus nanti,'' kata Suardana yang baru sekitar 6 bulan yang lalu menahkodai PSSI Bali.

PSSI Pusat sudah menskor puluhan wasit bermasalah yang memimpin Liga 1 maupun 2, bagaimana dengan PSSI Bali? ''Pastinya kami mendukung program pusat. Karena itu selain penyegaran nanti, kita juga akan melakukan hal seperti di pusat, seperti memberi sanksi bagi wasit bermasalah. Kita akan dorong bidang perwasitan Asprov untuk melakukan pembenahan dengan tujuan meningkatkan kualitas perwasitan,'' pungkas Suardana.