Diposting : 18 October 2018 21:23
redaksi - Bali Tribune
Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi saat hadir serangkaian pelaksanaan ngaturang bakti penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Banyuwanfi, Jawa Timur, Rabu (17/10) kemarin.
BALI TRIBUNE - Pura Luhur Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegal Delimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (17/10) kemarin dipadati ribuan pemedek dari berbagai wilayah di Bali dan Jawa Timur. Mereka hadir guna menghaturkan bakti dan mengikuti persembahyangan bersama serangkaian karya Pujawali di Pura itu yang puncak karyanya bertepatan dengan Hari Raya Pagarwesi.
 
Dalam kesempatan kemarin, Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi, beserta rombongan ikut membaur ditengah ribuan pemedek guna menghaturkan bakti dan persembahyangan bersama. 
 
Kepada wartawan usai tangkil kemarin, Sumardi mengatakan pihaknya secara rutin hadir pada setiap penyenggaraan karya Pujawali di Pura yang berlokasi di Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi tersebut. 
 
Dikatakannya Pura Alas Purwo merupakan Pura yang sangat bersejarah bagi umat Hindu karena merupakan salah satu situs Hindu peninggalan Kerajaan Majapahit. 
 
Dikatakan, kendati pembangunan Pura ini sendiri baru dimulai tahun 1985 silam, Pura bersejarah yang juga salah satu situs peninggalan Kerajaan Majapahit itu telah diempon oleh sekitar 1.126 Kepala Keluarga. 
 
“Dan pada setiap karya Pujawali yang biasanya bertepatan dengan Upacara Pagarwesi, pura ini selalu dipadati oleh umat Hindu dari Bali untuk menghaturkan bakti penganyar,” terang Sumardi. 
 
Adapun prosesi ritual kemarin diawali dengan menghaturkan bebantenan kehadapan Ida Bhatara yang berstana di Pura Luhur Giri Selaka Alas Purwo.  Persembahan dimaksud bertujuan, memohon agar diberikan anugerah, kedamaian dan keselamatan. 
 
Sementara di pelataran pura, ribuan pemedek dari Di Kabupaten/Kota di Bali melaksanakan pamuspaan secara bertahap, dipimpin Jro Mangku setempat. Nengah Sumardi sendiri mengaku sangat mengapresiasi kegiatan karya Pujawali tersebut, "Ini merupakan wujud sradha bhakti kita sebagai umat Hindu untuk mengucapkan rasa syukur dan terimakasih serta memohon kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar masyarakat di Karangasem selalu diberikan keselamatan dan kedamaian serta dijauhkan dari segala bencana," ungkapnya. 
 
Dia menyebutkan, selain wujud sradha dan bakti, ritual dimaksud bertujuan untuk menjaga kesucian bhuana agung dan bhuana alit agar senantiasa diberikan karunianya.