Bali Tribune, Rabu 22 November 2017
Diposting : 13 November 2017 19:13
Redaksi - Bali Tribune
upacara
Keterangan Gambar: 
Warga Kota Denpasar mengikuti persembahyangan serangkaian puncak karya Pujawali di Pura Sakenan yang puncak karya berlangsung, Sabtu (11/11) lalu.

BALI TRIBUNE - Puncak karya Pujawali di Pura Sakenan Desa Pakraman Serangan berlangsung, Sabtu (11/11) lalu. Pujawali di pura ini nyejer tigang rahina (berlangsung selama tiga hari,red) dan ritual penyineban  (penutupan karya,red) berlangsung pada Selasa (14/11) nanti.
Disela-sela puncak karya dimaksud, ketua panitia Pujawali Pura Sakenan, Ida Bagus Gede Pidada mengatakan, ritual kali ini dilaksanakan pada tingkat bebangkit yang disertai dengan pakelem alit di segara setempat.


“Pujawali ini merupakan suatu wujud rasa syukur yang dilaksanakan Pemkot Denpasar dalam upaya melanjutkan pembangunan di Kota Denpasar,” kata Ida Pidada.


Dijelaskannya, Pura Sakenan diempon oleh empat desa adat yakni, Desa Adat Serangan selaku pemiliki wilayah, Desa Adat Pemogan, Desa Adat Kepaon dan Desa Adat Kelan.


Saat puncak karya kemarin ungkap Ida Pidada, keseluruhan prosesi ritual dipuput oleh dua orang sulinggih yakni, Ida Pedanda Gede Putra Telaga dan Ida Pedanda Sari Arimbawa serta pelaksanaan puncak pujawali ini terasa sangat khusuk  diiringi dengan tarian wali, topeng, kekidungan dan gamelan.


Sementara Lurah Serangan Wayan Karma menyebutkan, pujawali di Pura Sakenan ini dilaksanakan nyejer tigang rahina dimana ritual penyineban dilangsungkan pada, Selasa (14/11) nanti.


"Kami berharap pemedek tidak berbondong-bondong tangkil pada puncak pujawali ataupun Manis Kuningan karena Ida Bathara akan ngejer selama tiga hari dan pada hari Selasa (14/11) karya baru masineb sehingga masih ada kesempatan untuk tangkil dan terhindar dari suasana ramai serta berdesak-desakan, demi kenyamanan bersama," pintanya.


Terkait dengan penataan parkir maupun kenyamanan pemedek pihaknya mengaku sudah melaksanakan langkah intensif dan terkoordinasikan dengan pengempon, pengemong, serta bantuan dari Pemkot Denpasar.


“Melalui bantuan dari Pemerintah Kota Denpasar serta seluruh komponen masyarakat agar selalu menjaga lingkungan areal Pura serta penataan parkir yang rapi diharapkan dapat memberi rasa nyaman dan aman dalam melaksanakan persembahyangan," pungkas Karma.
Saat puncak karya itu hadir pula Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra berserta Pimpinan dan staf OPD di Lingkungan Pemkot setempat.


Menurut Rai Mantra,dengan selalu memohon petunjuk kehadapan Ida Shang Hyang Widhi Wasa dari pelaksanaan upacara ini mampu memantapkan Sradha Bhakti kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.


Pada kesempatan itupula Rai Mantra berharap, pemedek yang tangkil ke Pura Sakenan senantiasa menjaga ketertiban dan mematuhi aturan yang ada.
“Selalu menjaga kebersihan lingkungan Pura serta membuang pada tempatnya, sarana-sarana persembahyangan yang telah selesai dipakai sehingga tercipta kenyamanan bersama,” pintanya.