Diposting : 2 May 2016 14:15
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
pasar
Keterangan Gambar: 
KREDIT - Menteri Koperasi dan UKM RI AA Ngurah Puspayoga bersama Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Walikota (Wawali) IGN Jaya Negara dan Direktur Utama LPDB-KUMKM Kemas Danial menyerahkan secara simbolis kredit dana bergulir kepada koperasi pasar dan para wirausaha Pasar Badung, Minggu (1/5) di tempat relokasi Pasar Badung Jalan Cokroaminoto Denpasar.

Denpasar, Bali Tribune

Pedagang Pasar Badung yang telah menempati relokasi sementara di eks Tiara Grosir dengan penataan pedagang telah berjalan secara baik. Dari musibah kebakaran 29 Februari 2016, kini para pedagang telah bisa melakukan aktivitas jual beli kembali dengan komitmen Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota (Wawali) IGN Jaya Negara untuk melakukan pemulihan kembali aktivitas ekonomi pedagang Pasar Badung.

Relokasi menjadi peran penting yang nantinya Pemkot Denpasar akan melakukan penataan dan renovasi kembali Pasar Badung pasca-musibah kebakaran lalu. Pedagang pasar Badung yang terkena musibah juga mendapatkan perhatian dari Kementerian Koperasi dan UKM AA Ngurah Puspayoga yang langsung menyerahkan kredit dana bergulir secara simbolis, Minggu (1/5) kepada Koperasi Pasar Kamboja dan Koprasi Pasar Kumbasari di tempat relokasi Jalan Cokroaminoto Denpasar.

Penyerahan kredit dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM secara simbolis kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pasar Kamboja Rp9 miliar dan Koperasi Pasar Kumbasari Rp15 miliar yang nantinya kredit dana bergulir ini dapat disalurkan kepada para pedagang Pasar Badung yang terkena musibah kebakaran dengan bunga kredit rendah.

Menteri Koperasi dan UKM AA Ngurah Puspayoga mengatakan Walikota Rai Mantra terus melakukan upaya dari tahapan-tahapan menanggulangi musih para pedagang dari melakukan strukturisasi terkait dengan kredit pedagang bersama Kementerian Koperasi. Melelaui LPDB-UKM memberikan bunga kredit kepada dua koperasi ini sebesar 3 persen pertahun atau 0,25 persen per bulan.

“Saya harapkan kedua koperasi pasar ini dapat menyalurkannya kepada para pedagang yang terkena musibah dengan meperhatikan bunga ringan. Kita paham koperasi menyalurkan perlu biaya dengan bunga ringan yang nantinya dapat membantu para pedagang yang terkena musibah serta dapat terus diperhatikan LPDB-UKM,” ujarnya.

Dari penyaluran ini untuk membantu para pedagang-pedagang pasar tradisional baik yang terkena musibah maupun pasar-pasar tradisional yang telah berkembang, sebagai bagian dari ekonomi kerakyatan yang sangat konsen kami lakukan dalam pembiayaan.

Disamping itu bunga KUR dari 22 persen dan sekarangan telah mencapai 9 persen yang terus akan diturunkan sebagi usaha pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia lewat pemerataan kesejahteraan.

Walikota Rai Mantra mengatakan dari dana bergulir ini diharapkan dapat memulihkan kembali aktivitas pedagang Pasar Badung. Terkait dengan renovasi pasar badung pasca kebakaran dengan rencana 1-2 tahun mendatanag yang tentunya tak terlepas dari kendala dana serta kendala jadwal dengan terus melalukan upaya dalam percepatan pemulihan kembali renovasi Pasar Badung.

Pihaknya juga telah melakukan pengajuan permohonan bantuan kepada pemerintah pusat melalui APBN-P dengan sumber-sumber pendanaan renovasi tetap kami lakukan koordinasi dan komunikasi.

“Kami telah melakukan tahapan-tahapan pasca kebakaran dari relokasi dan melakukan koordinasi dengan pihak bank yang telah memberikan pinjaman kepada para pedagang untuk mendapatkan restrukturisasi pinjaman baik berupa perpanjangan waktu pengembalian maupun penurunan suku bunga yang tentunya telah dilakukan pihak bank,” ujarnya.