Diposting : 27 November 2017 18:19
Redaksi - Bali Tribune
Joged Bumbung
CITRA – Para siswa dan siswi SMK PGRI 2 Denpasar mencoba memulihkan citra buruk Joged Bumbung dengan menampilkannya secara apik dan benar di PB3AS, Minggu (26/11).

BALI TRIBUNE - Beredarnya tarian erotis Joged Bumbung di medsos beberapa hari lalu, menggugah siswa dan siswi SMK PGRI 2 Denpasar untuk memulihkan citra salah satu tarian Bali tersebut. Sejumlah siswa dan siswi dari sekolah tersebut, Minggu (26/11) menampilkan Joged Bumbung secara apik dan energik, di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS), Renon, Denpasar.

Tak ayal sejumlah warga yang sedang berolahraga di Lapangan Renon, turut bergabung menonton joged dan bahkan ada yang tertarik untuk ngibing.

Salah satu siswa pentolan sekolah tersebut, Dwitya Putra Rama, mengatakan pesan moral yang ingin disampaikan melalui tarian ini dimana  joged merupakan suatu tarian fenomenal yang sangat dikenal oleh masyarakat Bali, mengandung tiga unsur yaitu etika, logika dan estetika.

Pesatnya perkembangan sekaa Joged Bumbung di beberapa daerah di Bali, kata dia, mengakibatkan munculnya persaingan yang sangat kompetitif antar sekaa. Hal ini memaksa mereka berinovasi menciptakan kreasi baru dari Joged Bumbung sendiri, agar sekaa mereka tetap eksis dan diminati masyarakat.

Kebebasan menciptakan inovasi baru ini, sebut Dwitya Putra, mengakibatkan perkembangannya menjadi tidak terkontrol dan keluar dari pakem. “Joged Bumbung yang dulu memiliki makna sebagai tarian pergaulan dan merakyat, saat ini sudah dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan secara kasat mata terlihat sangat buruk,” imbuhnya.

Maka, lanjut dia, muncullah Joged Bumbung sebagai sesuatu yang fenomenal. Tidak lagi dipandang sebagai tarian yang sederhana, tetapi sudah berubah menjadi joged porno nan erotis. Untuk itu melalui kegiatan ini, sebagai generasi muda, ia berharap masyarakat terutama para sekaa dapat mengingat kembali pakem dari tarian joged tersebut sehingga budaya joged dapat kembali kepada citra positifnya dan tidak disalahartikan.

Pada PB3AS kemarin, selain beberapa hiburan yang diisi oleh perwakilan SMK PGRI 2 Denpasar, juga muncul beberapa orasi di antaranya dari Kepala UPT Pengelolaan Air Minum Dinas PUPR Provinsi Bali Raden Agung.

Dalam orasinya, ia mengatakan Pemerintah Provinsi Bali sampai saat ini selalu berkomitmen dalam pemenuhan akses air minum, yang merupakan salah satu pondasi bagi kemandirian ekonomi masyarakat. Untuk pelayanan akses air minum tidak hanya menjadi program nasional, melainkan juga program utama di daerah.

Terkait dengan hal itu jumlah capaian air minum di Bali saat ini sebesar 76,46 persen sedangkan di skala nasional capaian air minum sebesar 71,14 persen.r