Bali Tribune, Minggu 21 Januari 2018
Diposting : 6 January 2018 11:26
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
festival
Keterangan Gambar: 
Pertemuan membahas kesanggupan pengelola wisata di Tabanan untuk membuat festival di ruang Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan belum lama ini.

BALI TRIBUNE - Imbas erupsi Gunung Agung yang mengakibatkan kunjungan wisatawan menurun, Pemerintah Kabupaten Tabanan mengajak pengelola wisata untuk membuat festival. Ini dibuat sesuai dengan arahan pusat dalam memulihkan kunjungan wisatawan ke Bali khususnya ke Tabanan.


Ada enam pengelola wisata yang menyanggupi dan siap untuk membuat festival pada tahun 2018 ini. Keenam pengelola wisata dimaksud diantaranya, DTW Ulun Danu Beratan, DTW Tanah Lot, DTW Yeh Gangga, DTW Alas Kedaton, DTW Jatiluwih dan Kecamatan Kerambitan. Dalam penyelenggarakan festival ini, Kementrian akan membantu dibidang promosi.


Menurut Kepala Dinas Pariwisata Tabanan, I Made Yasa, Jumat (5/1) kemarin, hal ini dilakukan sebagai langkah pemulihan kunjungan ke Tabanan. Serta menindaklanjuti arah pusat dalam membangkitkan pariwisata di Bali.


"Ini langkah kami di Tabanan dalam promosi wisata," ucap Made Yasa.


Dikatakannya, dari kesanggupan pengelola wisata atas diadakannya festival, pihaknya akan membuat konsep yang disesuaikan dengan lokasi wisata dimaksud.
"Terserah mau konsep apa yang jelas bisa membuat wisatawan ke Tabanan dan ini juga mendapat dukungan dana promosi dari kementrian pusat nanti kami akan usulkan," terangnya.


Lanjut Yasa, dalam festival yang diselenggarakan dimasing-masing obyek wisata ini, juga akan mengundang kabupaten yang ada di Bali serta mengundang 10 Bali baru seperti Raja Ampat, Danau Toba, Wakatobe dan lainya. Isitilah 10 Bali Baru yakni 10 Destinasi Wisata  yang menjadi prioritas pemerintah.


“Ini berfungsi juga untuk ikut mengkampanyekan bahwa Bali itu aman dikunjungi wisatawan,” imbuhnya.


Yasa mengakui, atas ditutupnya Bandara Ngurah Rai di Tuban Badung pada Desember 2017 lalu, kunjungan wisatawan ke Tabanan dirasakan menurun dan sangat berimbas terutama wisatawan asing.


"Kalau ditotalkan sampai 50 persen menurun, tapi bersyukur masih ada kunjungan wisatawan domestik," papar mantan Kadis Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Tabanan ini.


Oleh karena itu, obyeh wisata yang sudah meyanggupi akan membuat festival di tahun 2018 sesuai dengan arahan pusat, maka akan disusulkan ke Kementrian agar mendapat dana promosi.


"Seperti DTW Ulun Danu Beratan sudah dibantu dana promosi dari pusat dan google map yang akan membuat festival fashion show tradisional. Mudah-mudahan ini bisa berpengaruh dan kunjungan wisatawan mancanegara kembali normal khususnya ke Tabanan," tandas Yasa.