Diposting : 19 September 2017 22:00
Agung Samudra - Bali Tribune
PETERNAKAN
Keterangan Gambar: 
TUNJUKKAN - I Nyoman Subrata alais Petruk tunjukkan kandangnya yang kosong karena ayam-ayamnya mati.

BALI TRIBUNE - Puluhan anak ayam milik I Nyoman Subrata alias “Petruk” mati dalam kurun waktu kurang dari dua pekan. Berbagai upaya telah dilakukan pria yang juga seniman drama gong ini untuk menekan kematian ayam pelhiraanya.

Ditemui  di lokasi kandang ayamnya di LC Uma Aya, Bebalang, Bangli, mengaku  sudah hamper setahun  lebih memelihara ayam. Adapun jenis ayam yang dipelihara lebih dominan ayam  kate jepang. “Selain ayam kate jepang, kami juga pelihara ayam kampong,” sebutnya. Untuk ayam  memang kami lepas  diareal seputaran kandang  saja, untuk celah ayam keluar dari arela kandang  sangat sulit karena kandang kami pagari,” sebutnya, Senin (18/9).

Lanjut pria asal Banjar Kawan, kelurahan kawan ini, kematian anak ayam sudah berlangsung sejak dua pekan lalu. Cirri awal  anak ayam yang terserang penyakit yakni nafsu makan berkurang, menguap dan kotoran berwarna hijau. Dalam hitungan satu hari saja, ayam yang sakit akan mati. “Untuk pencegahan, ayam yang sakit sempat saya beri obat Tentra Clor, tapi beberapa jam kemudian ayam mati,” sebutnya.

Dia menambahkan, yang terserang penyakit didominasi anak ayam. Serangan penyakit menyebabkan sembilan ekor anak ayam dari satu induk mati secara sporadic. Dengan kematian puluhan anak ayamnya itu, dia berharap petugas dari instansi terkait turun melakukan penelitian, sehingga diketahui penyebab pasti kematian ayam. ”Apalagi kini merebak pemberitaan kasus Flu Burung, kami merasa sangat khawatir,” ujarnya.

Kabis Kesehatan Hewan Dians Pettanian, Ketahanan Pangan dan Peternakan (PKP) Bangli drh I Nyoman Sri Rahayu saat dikonfirmasi, mengaku belum menerima laporan itu. Sebut dokter hewan asal Karangsem ini, sepatutnya pemilik atau peternak jika ada kasus kematian ungas secara berkesinambungan segera melapor, sehingga petugas kami bisa segera turun melakukan upaya pencegahan. “Apalagi kita juga sudah mengeluarkan suarat edaran, jika ditemukan kematian ayam secara sporadic bisa melapor ke petugas kelurahan/desa, nantinya petugas desa/kelurahan akan menyampaikan ke kita dan setelah menerima laporan petugas akan segera turun,” tuturnya.