Bali Tribune, Sabtu 23 Juni 2018
Diposting : 26 July 2016 11:21
ayu eka - Bali Tribune
Wedding
Keterangan Gambar: 
Ilustrasi

SELAMA ini, wisatawan yang melakukan wedding di Bali kerap mengambil tempat di villa dan hotel. Namun, tidak sedikit pasangan yang berminat melakukan wedding dengan suasana alam pedesaan.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra, mengatakan, puluhan desa wisata yang ada di Bali berpeluang menjadi spot wedding. “Sekarang sudah ada 56 desa wisata ditambah tahun ini dibina 11 desa jadi ada 67 desa wisata yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Bali,” sebutnya, saat dihubungi, Senin (25/7).

Menurut Yuniartha agar desa-desa wisata yang tersebar di seluruh Provinsi Bali ini layak dijadikan spot wedding tentunya segala fasilitas harus disiapkan. “Dengan banyaknya pasangan wedding yang akan melaksanakan di desa wisata, saya sangat setuju berarti mereka bisa sambil mempromosikan desa-desa wisata yang ada di Bali sehingga desa wisata ini bisa di kenal di seluruh dunia,” katanya.

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan disiapkan jika desa wisata dijadikan spot wedding. Terutama tempatnya, kata dia, harus ditata, dengan menjaga kebersihan agar bisa menjadi daya tarik.

Selain itu, lanjut Yuniartha, menambahkan, perlu ketersediaan sarana prasarana untuk wedding dan kesiapan sumber daya manusia di desa wisata. “Saya pikir tentu tempatnya harus ditata karena pada dasarnya tentu sebelum orang melakukan wedding, mereka akan survey dahulu tempatnya seperti apa luasnya,” ucap Yuniartha.