Bali Tribune, Rabu 23 Agustus 2017
Diposting : 30 May 2017 18:56
redaksi - Bali Tribune
lontar
Keterangan Gambar: 
LONTAR - Sedikitnya 70 lontar kuno yang berusia 300 tahun dikeluarkan dari gedong pesineban di Geria Gede Manuaba Siangan Gianyar, Senin (29/5).

BALI TRIBUNE - Sedikitnya 70 lontar kuno yang berusia 300 tahun dikeluarkan dari gedong pesineban yang berada di Geria Gede Manuaba Siangan Gianyar, Senin (29/5). Serangkian konservasi lontar dari Dinas Kebudayaa Gianyar dengan melibatkan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Ketua penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar,  IGusti Ngurah Budiarta Kegiatan mengatakan kegiatan ini merupakan komitmen Pemkab Gianyar dalam  menjaga kelestarian budaya sebagai kota pusaka. Konservasi lontar akan rutin dilakukan setiap bulannya oleh penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar yang diketuai oleh Gusti Ngurah Budiarta. “Konservasi terhadap lontar dan penyuluhan Bahasa Bali akan dilakukan setiap bulan demi menjaga kelestarian budaya dan Bahasa Bali,” ujar Budiarta.

Ida Bagus Gede Arnaya penglingsir gria menuturkan, kondisi lontar masih bagus walau minim dari perawatan. Terakhir lontar dibersihkan sekitar 3 tahun lalu. Arnaya mengatakan lontar ini tidak pernah dibaca selama 3 generasi sehingga dia tidak mengetahui isi dari lontar tersebut.

Saat dilihat oleh petugas terlihat keadaan lontar masih bagus namun tulisannya tidak terlihat jelas karena tertutup debu. Perawatan yang dilakukan oleh petugas yang berjumlah 20 orang dilakukan dengan menguasi lontar dengan kuas kemudian diolesi minyak sereh yang dicampur dengan alkohol 90% lalu dikeringkan hingga benar-benar kering. Budiarta menambahkan penggunaan alkohol 90% dipilih untuk mempercepat proses pengeringan agar lontar tidak lembab dan rusak .

Setelah tahapan perawatan selesai dilakukan, petugas kemudian melakukan identifikasi terhadap lontar-lontar tersebut. “Identifikasi dilakukan dengan membaca kalimat awal dan kalimat akhir untuk mengetahui lontar tersebut tentang apa. Menurut identifikasi awal lontar-lontar tersebut memuat tentang Wariga, Upakara, Tetambaan/Usada, Asta Kosala kosali, tantri atau cerita rakyat, darma suaka, darma pemaculan yang berkaitan dengan tata cara dan waktu bertani di sawah. Terakhir petugas memberikan kode pada lontar untuk mengetahui tentang apa lontar tersebut untuk memudahkan jika akan membaca.