Diposting : 25 March 2019 17:56
Nyoman Astana - Bali Tribune
Bali Tribune/kondisi ruang kelas SDN 2 Pejeng Kangin, Tampaksiring yang mengalami plafon jebol

balitribune.co.id | Gianyar - Puluhan siswa kelas III SDN 2 Pejeng Kangin, Tampaksiring,  tertimpa plafon jebol di ruangan kelas, saat jam belajar, Senin (25/3) siang. Seorang siswa menderita luka robek di bagian kepala dan harus dilarikan ke Puskesmas terdekat. Kondisi plafon lapuk itu, sejatinya sudah dimohon bantuan, namun hingga musibah ini terjadi belum ada tanda-tanda realisasi.

Sejumlah aparat dan orang tua siswa berdatangan ke SDN  2 Pejeng Kangin, Tampaksiring, menyusul musibah plafon jebol yang menimpa sedikitnya 21 siswa di  kelas III. Saat kejadian, siswa sedang mempersiapkan pelajaran usai istirahat kedua.  Tanpa  disangka, plafon yang rangkanya diduga sudah lapuk itu tiba-tiba jebol dan menimpa siswa di kelas tersebut  Syukurnya hampir semua  siswa dengan cepat merunduk sehingga terlindung meja bangku.

Namun naas menimpa salah satu siswa, I  Ketut Agus Artayasa,  yang tak sempat menghindar lantaran posisinya sedang berdiri menggeser bangku.  Ketut pun harus dilarikan ke puskesmas  terdekat  dengan menderia robek dibagian kepala.  Sementara siswa lainnya menangis histeris dan trauma atas musibah itu. “ Saya mendapat kabar saat anak dirawat di Puskesmas. Kepala robek di bagian atas dan sudah langsung dijarit. Saya tak habis pikir jiga, kepana plafon yang sudah lama terlihat lapuk dan rawan jebol itu dibiarkan dan kini membahyakan keselamatan anak-anak kami, “ ungap orang tua korban, Ni Nyoman Kerti.

Tidak hanya di ruang kelas III, kondisi plafon pada dua kelas lainnya juga mengalami pelapukan. Kepala Desa Pejeng Kangin, I Gede Purnadi Yoga, menyebutkan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, hari itu juga dilakukan pembongkaran di kelas yang lainnya. “Kondisi plafon yang sudah lapuk itu sudah berlangsung lama. Kami sudah pernah mengajukan permohonan rebab. Bahkan anggota legsilatif sempat melakukan pemantauan. Namun belum juga ada realisasi bantuan hingga akhirnay terjadi musibah ini,” terangnya.

Agar tidak menghambat proses belajar, pihak sekolah menegaskan, jika  hari Selasa ( hari ini), siswa tidak diliburkan. Proses belajar akan memanfaatkan 3 kelas yang masih layak dengan sistem  belajar bergantian pagi dan siang. Pihak sekolah pun akan mendatangkan psikolog untuk membantu menghilangkan trauma siswa. Sementara para orang tua siswa berharap pemerintah  segera menindaklanjuti  kondisi sekolah  ini. Karena akan mengusik kegiatan belajar mengajar dan membuat was-was para orang tua siswa.  ata