Bali Tribune, Sabtu 18 November 2017
Diposting : 2 May 2016 11:48
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
PURI
Keterangan Gambar: 
FOTO BERSAMA - Penglingsir Puri Se- Bali beserta permaisuri dan tamu kehormatan dari Negara Malaysia, Singapura, Tiongkok dan Amerika foto bersama pada acara ramah tamah di Taman Budaya Denpasar, Sabtu (30/4) malam.

Denpasar, Bali Tribune

Puri Agung Singaraja menggelar acara ramah tamah bersama raja dan penglingsir Puri se-Bali di Taman Budaya (Art Center) Denpasar, Sabtu (30/4) malam. Acara tersebut bertujuan untuk memperkenalkan eksistensi Puri Agung sebagai salah satu warisan budaya Bali kepada tokoh budayawan dan pengusaha dari berbagai belahan dunia yang turut diundang pada ramah tamah tersebut.

Acara ramah tamah tampak dihadiri, penglingsir Puri se-Bali beserta permaisuri. Tampak juga hadir tamu kehormatan dari Negara Malaysia, Singapura dan Amerika. Dalam rangkaian ramah tamah tersebut juga dilangsungkan pemberian award Puri Agung Singaraja kepada Mr. Ngui Shi Wei Dato Seri dan Prof. Dr. Fong Kok Onn. Dua orang ini telah dianggap berjasa terhadap pembangunan Bali terutama dalam pembangunan di bidang sosial. “Acara ramah tamah ini merupakan malam kekrabatan melalui seni budaya. Tujuannya, memperkenalkan eksistensi raja-raja yang ada di Bali sekaligus mempererat keakraban penglingsir puri se- Bali. Ramah-tamah ini sekaligus mempromosikan puri sebagai salah satu warisan budaya Bali,” kata Penglingsir Puri Agung Singaraja, A.A Ngurah Ugrasena.

Selain itu, lanjut Ugrasena, pelaksanaan ramah tamah tersebut, juga untuk memperkenalkan adat, seni, budaya Bali khususnya Singaraja agar dapat dikenal tokoh-tokoh budayawan dunia sehingga mereka dapat memberikan perhatian dan dapat melirik peluang investasi di Bali Utara khususnya Singaraja terutama investasi melalui seni dan budaya. “Saat ini, pembangunan di Bali Utara sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan kawasan Bali Selatan. Kami berusaha agar adanya pemerataan perhatian Bali Utara dan Bali Selatan,” tambahnya.

Sementara itu, ketua panitia yang juga Duta Perwakilan Puri Agung Singaraja untuk Kawasan Asia, Eropa dan Amerika, Sri Raja Prasetyawan, mengatakan, malam ramah tamah ini sebagai salah satu bentuk misi kebudayaan dengan menghadirkan tokoh-tokoh dari berbagai negara seperti dari Malaysia, Singapura, Hongkong, China, dan Amerika. “Kami mengundang orang-orang tertentu yang aktif di bidang bisnis, kebudayaan, dan sektor mereka masing-masing. Kita mengundang mereka ke Bali menunjukan budaya-budaya yang ada di Bali. Kita coba perkenalkan tentang eksistensinya Puri Agung sebagai salah satu kearifan lokal Bali. Kita perkenalkan raja-raja dan keluarga raja bahwa mereka tetap eksis dan ada purinya masing-masing dan ini masih lestari,” tuturnya.

Dikatakan Sri Raja Prasetyawan, selain misi kebudayaan, pada acara ini juga dihadiri para pengusaha-pengusaha dari berbagai negara, seperti grup medical doctor. “Mereka memiliki visi misi untuk kawasan medis seperti yang mereka miliki di negara mereka masing-masing. Mereka berpikir bagaimana membangun kawasan medis di Indonesia, dengan demikian orang Indonesia tidak perlu ke luar negeri untuk berobat,” kata Prasetyawan.

Kehadiran para pengusaha dan budayawan ini juga diharapkan dapat membantu pengentasan kemiskinan di Bali terutama di wilayah Bali Utara, Bali Timur dan Bali Barat. “Kehadiran mereka di Bali selain misi budaya dan misi ekonomi juga mengemban misi sosial. Setiap bisnis club, akan ada untuk amal. Sekarang kita kenalkan kepada mereka tentang Bali, diharapkan mereka akan ada sumbangsih kepada masyarakat Bali,” ujarnya.