Diposting : 8 November 2018 11:05
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Para pelatih kedua tim saat memberikan penjelasan kepada wartawan sebelum duel Putra Tresna kontra PS Ngada, Sore ini.
BALI TRIBUNE - Duel perdana antara klub wakil Bali Putra Tresna FC dan klub wakil NTT, PSN Ngada nampaknya bakal menjadi laga beda kualitas antara keduanya. Kedua tim bakal bertanding dalam Liga 3 Putaran Nasional 2018 babak pendahuluan 2 leg 1, di Beji Mandala Stadium, Pecatu Badung, Kamis (8/11) sore ini.
 
Beda kualitas itu seperti diutarakan pelatih kepala Putra Tresna FC, Ketut Gede Suardana didampingi kapten tim, AA. Ngurah Suryanegara itu, terletak pada kualitas skill individu para pemainnya, sementara pemain lawan lebih menonjol di kualitas faktor fisik.
 
Dengan beda kelebihan itu, maka kami akan manfaatkan semua kemampuan para pemain kami secara maksimal. Meski kami tidak tahu soal bagaimana performa PSN Ngada, tapi kami percaya dengan perform pemain kami sendiri. Pastinya kami bertekad untuk menjaga poin penuh di markas kami, ujar Suardana diamini Suryanegara.
 
Sedangkan Suryanegara sendiri optimis jika ia dan rekan-rekannya bakal mampu mengatasi lawan. Kami tak mau sesumbar tapi kami optimis untuk bisa mengamankan poin penuh. Saya memang pernah membela Perseden saat juara pada Turnamen Liga 2 pada 2016 silam, dan melawan PSN Ngada, sehingga setidaknya kami tahu gambaran kecil bagaimana performa lawan, jelas Suryanegara.
 
“Hanya saja secara umum pastinya performa PSN Ngada pada 2016 dan sekarang ini ada perubahan, termasuk para pemainnya. Setidaknya 40 persen gaya permainnya seperti pada 2016, dan 60 persen sisanya ada perubahan,” tegasnya.
 
Sementara itu, pelatih kepala PSN Ngada, Kletus Marsianus Gabhe didampingi kapten tim, Eugenius mengaku bakal mengantisipasi performa Putra Tresna yang pastinya bakal mengutamakan ofensif atau menyerang untuk meraup poin maksimal.
 
“Kami akan lebih waspada dengan gaya ofensif lawan. Tapi kami akan melakukan dengan gaya permainan kami sendiri, terpenting jangan sampai kalah saja,” tutup Kletus.