Diposting : 25 February 2020 20:48
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune / Ny. Putri Koster saat menghadiri Gebyar Integrasi Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan, serta Pemberian Vitamin A di Desa Galungan, Kabupaten Buleleng, Selasa.

balitribune.co.id | BulelengKetua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengatakan pengentasan stunting dan gizi buruk harus menjadi salah satu prioritas gerakan PKK untuk menciptakan generasi yang sehat di masa depan.

"Kesehatan juga menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan 'Nangun Sat Kerthi Loka Bali'. Pembangunan kesehatan menjadi investasi utama untuk pengembangan sumber daya manusia," kata Putri Koster saat menghadiri Gebyar Integrasi Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan, serta Pemberian Vitamin A di Desa Galungan, Kabupaten Buleleng, Selasa.
Melalui kegiatan gebyar terintegrasi antara TP PKK dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali itu, ujar dia, menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan generasi unggul Bali sehat dan terukur.

Pemberian vitamin A ini dilakukan serentak seluruh Bali, namun Ny. Putri Koster berfokus pada Gebyar Integrasi pemantauan pertumbuhan dan perkembangan serta pemberian vitamin A di Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.

Melalui gebyar terintegrasi antara TP PKK dengan Dinas Kesehatan maka tujuan  untuk mewujudkan generasi unggul Krama Bali sehat dapat tercapai secara teratur. Putri Koster kemudian memaparkan terbukti di desa Galungan saat ini hanya terdapat tiga (3) warga dalam kondisi stunting. Jumlah ini, katanya lagi, tercatat menurun jika dibandingkan tahun lalu yakni 14 orang penderita stunting.

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menegaskan bahwa adalah sangat penting untuk menjaga kesehatan untuk anak anak kita. Pasalnya, kebanyakan orang tua kurang memperhatikan tumbuh kembang anak-anak, terlebih pola makanan yang dikonsumsinya selama berada diluar rumah.

Itulah sebab, pemerintah akan tetap mensuplay vitamin A kepada masyarakat umum melalui posyandu karena vitamin ini memang tergolong sulit didapatkan oleh anak-anak yang tidak menyukai nabati (sayur-mayur) dan hewani.

“Setiap desa memiliki catatan jumlah balita, sehingga pada saat bulan vitamin A (Februari dan Agustus) yang tidak datang akan dijemput bola oleh petugas posyandu yang ada di desa atau banjar bersangkutan,” kata Putri Koster.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya menambahkan bahwa stok vitamin A untuk tahun ini (bulan Februari dan bulan Agustus) masih cukup, dan Dinas Kesehatan memiliki sekitar 350.000 dipersiapkan bagi anak-anak yang berusia 1-5 tahun di seluruh Bali untuk tahun ini.

Sementara itu, Plt Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng Wardhany Sutjidra mengajak seluruh kader TP PKK untuk mendukung program pemerintah khususnya mengentaskan angka stunting.
Pihaknya meminta kepada ibu-ibu untuk menanam sayur-sayuran dirangkai dalam HATINYA PKK sehingga mempermudah mereka untuk memetik sebelum diolah, dengan tujuan memberikan asupan makanan bergizi dan pemenuhan gizi bagi putra-putri mereka.
Dikatakan bahwa Vitamin A yang diberikan sendiri ada ada dua jenis yakni kapsul biru mengandung 100.000 intel unit untuk bayi umur 6-11 bulan, dan kapsul merah yang mengandung 200.000 intel unit untuk balita 12-59 bulan.