Bali Tribune, Senin 18 Juni 2018
Diposting : 24 April 2018 14:21
Djoko Moeljono - Bali Tribune
Radisson Blu
Keterangan Gambar: 
RADISSON -- Selaku GM, Björn-Henning Buth (insert) memastikan kehadiran Radisson Blu Bali Uluwatu selalu memukau para tamu yang kagum akan desain arsitektur modern yang mengandung unsur kekayaan sejarah Pulau Dewata.
BALI TRIBUNE - DENGAN penambahan portofolio terbarunya, Radisson Blu Bali Uluwatu, resor baru yang dibangun di area tebing Uluwatu, menunjuk Björn-Henning Buth sebagai General Manager. Björn sangat berpengalaman dalam industri properti hotel dan resor selama 25 tahun, di mana 15 tahun lamanya ia habiskan untuk mengelola resor yang berlokasi di area pantai dan dengan fasilitas golf yang berada di beberapa wilayah terkenal di Asia Tenggara.
 
Ia juga berkomitmen untuk menempatkan resor ini sebagai pilihan pertama bagi para wisatawan yang hendak berlibur ke Bali. “Keragaman dalam filosofi dan pola berpikir, serta keterlibatan dan kontribusi seluruh tim dalam menghadirkan sebuah pengalaman yang menyenangkan bagi para tamu. Hal tersebutlah yang akan memperkuat fasilitas resor yang penuh inspirasi ini,” ujar Björn, akhir pekan lalu
 
Didampingi Lee Wood (Director of F&B) dan Wangi Putri (Marcomm Manager), Björn merupakan sosok yang tepat untuk menerapkan etos pelayanan, “Yes, I Can!” dan keunggulan pelayanan dari Radisson Blu lainnya dengan penyampaian dan pendekatan tersendiri di properti baru yang ikonik. Björn juga sangat piawai untuk memberikan pelayanan yang sempurna sesuai dengan ekspektasi sekaligus memberikan garansi 100 persen kepuasan para tamunya.
 
Di bawah kepemimpinannya, Radisson Blu Bali Uluwatu memukau para tamu dengan desain arsitektur modern yang mengandung unsur kekayaan sejarah Pulau Dewata, termasuk dengan pilihan kamar yang luas, pengalaman kuliner yang menyajikan hidangan dengan cita rasa khas lokal dan internasional pada kelima outletnya. Juga layanan perawatan tubuh, kecantikan, dan kesehatan yang memberikan ketenangan – yang berada di tengah lingkungan alam yang menakjubkan.
 
Dengan pengalaman kerja yang luas di tiga benua yang berbeda, Björn pun cermat dalam memilih timnya sesuai dengan karakter, energi yang positif, keragaman, dan keunikan tersendiri. Sebelumnya, ia pernah bekerja di berbagai hotel dan resor internasional ternama dan berkelas, serta menghabiskan enam tahun terakhirnya di Carlson Rezidor Hotel Group di Asia.
 
Sebagai pemimpin yang inovatif, Björn menerapkan pola pikir “out of the box” untuk memastikan bahwa tamu akan memiliki pengalaman menginap yang lebih menarik. Tujuannya untuk menyatukan semangat dan eskpektasi dari pemilik resor, arsitek, dan desainer dalam menciptakan resor yang luar biasa di Uluwatu.
 
“Saya percaya bahwa kami akan meraih kesuksesan besar,” kata Björn, alumni University of Oklahoma dan lulusan Les Roches International School of Hotel Management, Montana, Switzerland. jokSejauh ini situasi keamaman di wilayah Kodam IX/Udayana yang terdiri dari tiga Korem -- Korem 161/Wira Sakti di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Korem 162/Wira Bhakti di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Korem 163/Wira Satya di Provinsi Bali – masih relatif aman dan kondusif. Ketiga provinsi tersebut memiliki karakteristik budaya dan adat istiadat yang berbeda-beda.
 
“Provinsi NTT masyarakatnya mayoritas beragama Kristen, dan NTB mayoritas warganya beragama Islam, sedangkan Bali mayoritas penduduknya beragama Hindu. Dengan adanya keanekaragaman budaya dan adat istiadat yang berbeda itu, maka wilayah Kodam IX/Udayana dapat dikatakan sebagai miniaturnya Indonesia,” ujar Irdam IX/Udayana Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede, ST., MSi., mewakili Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, SIP., di Ruang Sthana Yudha Makodam IX/Udayana, Senin (23/4).
 
Pernyataan itu disampaikan Irdam di hadapan rombongan Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Angkatan-LVI Sekolah Komando Angkatan Darat (Sekoad) TA 2018 yang dipimpin Kolonel Czi Ferri Istiawan, dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Lapangan Dalam Negeri (KKLDN) di wilayah Kodam IX/Udayana.
 
Keberadaan wilayah darat Kodam IX/Udayana di bagian ujung timur berbatasan langsung dengan wilayah Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), dan memiliki empat pulau terluar (puter), yaitu Pulau Batek, Pulau Mengudu, Pulau Dana Sabu, dan Pulau Dana Rote. Dengan kondisi tersebut maka memerlukan perhatian dan pengamanan secara terencana dan efektif.
 
“Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya pelanggaran perbatasan, maupun pengakuan negara lain atas pulau terluar yang ada di wilayah Kodam IX/Udayana, sehingga kedaulatan NKRI tetap terjaga,” katanya, seraya menuturkan, wilayah Bali dan Nusa Tenggara saat ini menjadi salah satu daerah tujuan wisata utama di Tanah Air oleh para wisatawan domistik dan mancanegara,
 
Karena itu, stabilitas dan keamanan wilayah Bali dan Nusa Tenggara sangat penting untuk dijaga, bahkan wilayah Bali menjadi barometer untuk menilai stabilitas dan keamanan di Indonesia. Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya ancaman, diperlukan sinergitas TNI-Polri, terlebih saat ini merupakan tahun politik pelaksanaan pilkada serentak sehingga stabilitas keamanan harus tetap terjaga dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
 
Kolonel Czi Ferri Istiawan selain menyampaikan ucapan terima kasih, juga menjelaskan tujuan KKLDN kali ini untuk menambah wawasan
 
para Pasis, khususnya tentang program dan pelaksanaan pembinaan teritorial yang dilaksanakan di satuan kewilayahan jajaran Kodam IX/Udayana. Selanjutnya, akan dijadikan bahan kajian dan disusun sebagaii sumbangsih para Pasis dalam pengembangan pembinaan teritorial.
 
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Aster Kasdam IX//Udayana, para Perwira Staf Ahli, LO-AL, LO-AU, dan sejumlah perwira Kodam IX/Udayana. Kunjungan tersebut diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama.