Bali Tribune, Senin 21 Agustus 2017
Diposting : 28 March 2016 13:17
Valdi S Ginta - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Pengunjung bebas mennggelar tikar di depan ruang IGD RSUP Sanglah.

Denpasar, Bali Tribune

Pasca kedatangan tim survei yang diutus JCI (Joint Commission International), lembaga akreditasi non profit yang berpusat di Amerika Serikat (AS) dan bertugas menetapkan juga menilai standar performa para pemberi pelayanan kesehatan, suasana di lingkungan RSUP Sanglah kembali seperti sebelumnya.

Jika selama kunjungan kerja tim survei dari JCI tersebut, suasana di lingkungan RSUP Sanglah tampak rapi juga bersih, kamar nginap khususnya kamar kelas III di ruangan Asoka tertata rapi, serta jadwal kunjungan pasien diperketat termasuk tidak diperbolehkannya penunggu pasien lebih dari satu orang, kini tidak tampak lagi. Bahkan, suasana tersebut hanya berlaku selama satu minggu saja, terhitung 21 sampai 25 Maret 2016.

Hal ini pun dirasakan Saverius Aru (46), salah satu penunggu pasien di ruang Asoka. Ia menceritakan bahwa selama proses untuk mendapatkan reakreditasi dari JCI, suasana di rumah sakit tersebut berubah total. Bahkan, ia pun mengaku merasa nyaman lantaran penunggu pasien di ruangannya hanya diperkenankan satu orang, sehingga pasien yang berada di ruangan itu bisa tidur tenang. Hanya saja, mereka kesulitan mencari makan atau minuman, karena tidak ada pedangan asongan yang biasa jualan dari ruangan ke ruangan, dan kantin yang ada di rumah sakit pun ditutup.

“Selama satu minggu kemarin, kami yang penunggu pasien diberi kartu berupa IDCard. Jadi, kalau mau keluar untuk beli makan atau minuman harus bawa kartu biar bisa masuk lagi ke sini. Kalau tidak begitu, tunggu jam berkunjung baru bisa masuk,” ujarnya pria yang mangaku sudah hampir sebulan menunggu istrinya yang dirawat di ruang Asoka RSUP Sanglah.

Seperti pada pantauan Bali Tribune, Minggu (27/3), baik sejumlah pedangan asongan pun kembali mengais rejeki dengan berjualan makanan dan minuman dan kantin rumah sakit pun kembali dibuka. Selain itu, para pengunjung pun dengan bebasnya masuk di ruangan IGD yang seharusnya hanya diperkenankan satu orang, serta masih adanya pasien yang dirawat dilorong depan ruang Area Medik.

Anehnya, kantin yang baru dipagari seng justeru ditempelin kertas pengumuman sedang direnovasi, tapi tidak menunjukan aktivitas perbaikan pada bangunannya. Hanya dinding bagian depan yang terlihat baru dicat.

Salah satu karyawan kantin rumah sakit tersebut, mengaku jika dirinya sudah kembali bekerja pada Sabtu (26/3). Selama satu minggu, mereka diliburkan oleh pemilik kantin lantaran mendapat surat edaran dari pihak rumah sakit agar menutup kantin tersebut selama kedatangan tim survei dari JCI. “Ya mas, katanya gitu mau direnovasi tapi itu hanya untuk mengelabui tim survei dari JCI. Mereka hanya mau cari aman,” kata prempuan yang enggan mau namanya dikorankan ini.

Sementara itu, Kabag Humas RSUP Sanglah dr Kadek Nariyantha mengatakan kantin yang berada di bagian Selatan, tepatnya dibelakang Kamadhuk RSUP Sanglah tersebut, memang segaja ditutup karena sedang dalam tahap perbaikan. “Ya, memang kantin sedang direnovasi,” katanya, beberapa waktu lalu.