Bali Tribune, Sabtu 19 Agustus 2017
Diposting : 14 October 2016 10:01
Djoko Moeljono - Bali Tribune
pesawat jupiter
Keterangan Gambar: 
JUPITER – Kehadiran 7 pesawat Jupiter Aerobatic Team (JAT) di Bali untuk memeriahkan “Pelangi Nusantara Bali Aero Sport 2016” selama 5 hari (12-16 Oktober 2016), mampu mengundang perhatian masyarakat Bali termasuk ratusan pelajar SMA saat berkunjung ke Base Ops Lanus Ngurah Rai, Kamis (13/10).

Kuta, Bali Tribune

Sekitar 350 siswa-siswi dari Sekolah Menengah Atas (SMA) di Wilayah Badung dan Kota Denpasar “menyerbu” Base Ops Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Ngurah Rai, Kamis (13/10) pagi untuk melihat dari dekat kecanggihan 7 pesawat yang tergabung dalam Jupiter Aerobatic Team (JAT).

“Selama tiga hari (13-15 Oktober 2016) di Base Ops Lanud Ngurah Rai, kami sengaja mengundang ratusan siswa-siswi dari sejumlah SMA yang ada di wilayah Badung dan Kota Denpasar untuk melihat dari dekat keberadaan 7 pesawat Jupiter Aerobatic Team yang kali ini hadir di Bali untuk memeriahkan “Pelangi Nusantara Bali Aero Sport 2016” selama 5 hari (12-16 Oktober 2016),” ujar Kadisops Letkol Nav Endra Prasetiawan, SE., Kamis (13/10) sore kemarin.

Didampingi Kapten Sus Heni Nurhayati, SS (Kapentak), dan Kapten Sus Dani Kusdani, SH., Kasiops Base Ops Lanud Ngurah Rai Mayor Lek I Ketut Wiraatmaja, S.SiT., menjelaskan, kegiatan yang juga terbuka untuk umum ini dibatasi selama 4 jam (pukul 08.00-12.00 Wita). “Kepada para siswa SMA, selama tiga hari ini kami juga memberikan pengenalan dan pemahaman seputar TNI Angkatan Udara serta segala potensi kedirgantaraan,” jelas Ketut Wiraatmaja.  

Secara terpisah, Danlanud Kolonel Pnb Danet Hendriyanto, S.Sos., menjelaskan, dalam rangka memeriahkan Sidang Umum ke-110 Federasi Aeronautika Internasional (FAI), induk olahraga dirgantara dunia di Hotel Westin, Nusa Dua, 14-15 Oktober 2016, juga direncanakan pemecahan rekor MURI terbang bersama 110 pilot paralayang di Bukit Timbis, Ungasan, Minggu (16/10). Rekor sebelumnya di tempat sama adalah 99 pilot di tahun 2009.

Pemilihan angka 110 pilot untuk merayakan Sidang Umum ke-110 FAI dan untuk meneruskan upaya pembuatan rekor yang gagal dilaksanakan pada 2010, akibat cuaca dan kondisi angin buruk. Jika cuaca dan kondisi angin tidak memungkinkan untuk terbang, upaya pembuatan rekor akan dilanjutkan esoknya.

Sebanyak 50 pilot akan lepas landas di Gunung Payung, sedang 60 pilot di Bukit Timbis. Perwakilan Musium Rekor Indonesia (MURI) akan mencatat jumlah pilot yang lepas landas dan mengudara di saat bersamaan. 

SU ke-110 FAI

Indonesia saat ini semakin diakui prestasi dan potensinya dalam olahraga dirgantara dan wisata olahraga udara (aerosport tourism). Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) dipercaya menjadi tuan rumah Sidang Umum ke-110 Federasi Aeronautika Internasional (FAI), induk olahraga dirgantara dunia di Hotel Westin, Nusa Dua, 14-15 Oktober 2016.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah FAI, yang didirikan 14 Oktober 1905, para petinggi dan atlit berprestasi olahraga dirgantara dunia berkumpul di Asia. FASI yang menjadi anggota FAI sejak 1972, sudah melahirkan Juara Seri Piala Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang (PGAWC) Putri atas nama Ifa Kurniawati (2010), Milawati Sirin (2011), dan Lis Andriana (2012-2014). Serta Juara Dunia Ketepatan Mendarat (WPAC) Putra 2015 Dede Supratman.

FAI menaungi lebih dari 10 cabang olahraga dirgantara, diantaranya aerobatik, aeromodeling, balon udara, layang gantung (gantolle), gantolle bermotor (microlight), paralayang, paramotor, terbang layang, terjun dan pesawat swayasa. Hingga kini, sudah lebih dari 100 orang perwakilan dari lebih 100 negara anggota FAI yang terdaftar mengikuti sidang.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna sebagai Ketua Umum FASI, berharap digelarnya SU ke -110 FAI dapat meningkatkan minat generasi muda di Tanah Air menggeluti olahraga dirgantara. Sedangkan bagi warga dunia, agar menjelajah Indonesia dengan berwisata olahraga udara (aerosport tourism).

Marsekal Supriatna juga yakin, dengan ikut sertanya cabang paralayang dalam Asian Games 2018 Indonesia, OCA (Dewan Olimpiade Asia) sadar betul, pentingnya olahraga dirgantara semakin dikembangkan di Asia. Selain memastikan kalender kegiatan 2019 (karena kalender 2017 sudah ditentukan pada Sidang Umum 2014), sidang juga akan membahas penyempurnaan peraturan lomba tiap cabang, penyempurnaan peraturan tentang doping dan kerjasama dengan sponsor-sponsor baru.

Yang paling dinanti para pilot (sebutan untuk atlit olahraga dirgantara) seluruh dunia adalah malam anugerah bagi para pemecah rekor dan pilot berprestasi dunia terbaik, pada Kamis (13/10).