Diposting : 19 June 2018 23:29
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
warisan
Keterangan Gambar: 
Memperebutkan Piala Walikota Denpasar, ratusan Penabuh Gender se-Bali ikuti Lomba Gender Wayang Style Kayumas Kaja. Tampak, teruna teruni Banjar Kayumas Kaja saat mengikuti latihan serangkaian persiapan mereka mengikuti lomba dimaksud.
BALI TRIBUNE - Keberadaan Gender Wayang sebagai salah satu warisan kebudayaan Bali, memiliki berbagai kemasan khas (style) gending di seluruh wilayah Bali, termasuk di Banjar Kayumas Kaja, Kelurahan Dangin Puri Kecamatan Denpasar Timur.
 
Sebagai upaya untuk melestarikan kebudayaan khususnya Gender Wayang ini, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan setempat menggelar Lomba Gender Wayang Style Kayumas Kaja di Banjar Kayumas Kaja memperebutkan Piala Walikota. Lomba berlangsung 2 hari yakni, Minggu (17/6) hingga Senin (18/6) kemarin. Lomba ini diikuti oleh 116 peserta dari beberapa wilayah di Provinsi Bali.
 
Pembukaan acara tersebut ditandai dengan pemukulan gender oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar I Gusti Ngurah Bagus Mataram didampingi Camat Denpasar Timur, Dewa Made Puspawan.
 
Dalam sambutannya, Ngurah Mataram mengapresiasi pelaksanaan lomba yang untuk kedua kalinya itu.
 
“Saya secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Denpasar sangat mengapresiasi, berbangga, karena masyarakat Banjar Kayumas Kaja mengadakan lomba ini sebagai upaya pelestarian warisan budaya," ucapnya.
 
Lebih lanjut disampaikan, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan akan senantiasa mendukung kegiatan dimaksud. Iapun berharap, kegiatan dimaksud mampu menjaring generasi muda yang nantinya menjadi penerus Seni Tabuh Gender Wayang.
 
“Ini masuk ke dalam UU No.5 Tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan yang berisikan 10 objek perlindungan kebudayaan, salah satunya adalah pelestarian kesenian termasuk Gender Wayang ini," imbuh Ngurah Mataram.
 
Sementara Ketua Panitia I Gede Eka Adnyana mengatakan, keberhasilan pelaksanaan lomba ini tak terlepas dari para tokoh seniman Gender Wayang Banjar Kayumas Kaja, yang masih aktif dalam membina bibit baru generasi muda dalam tabuh Gender Wayang.
 
“Dengan adanya lomba gender wayang ini, diharapkan dapat memberi dampak untuk bisa menumbuhkan rasa cinta terutama para generasi muda terhadap seni gender wayang serta mampu membangkitkan dan melestarikan kesenian ini sesuai dengan visi misi Kota Denpasar yakni Denpasar kreatif berwawasan budaya,” ungkap I Gede raka Adnyana.
 
Menurutnya, selain untuk melestarikan seni dan budaya, juga untuk menggali potensi para seniman cilik sebagai generasi penerus dalam menjaga serta memelihara kesenian Bali khususnya tabuh kerawitan gender wayang.
 
Sementara pada penutupan lomba, Senin (17/6) kemarin panitia setempat menetapkan 12 orang pemenang.
 
Untuk kategori usia 7-12 Tahun diperoleh Juara I yakni Ni Made Indira Anasari Saputra dan Ni Kadek Vinna Callysta Padmarini, Juara II yakni I Gede Sandy Wedanatha dan Putu Vigo Yudha Pratama, Juara III yakni Kadek Citra Aprilya Putri dan I Gede Wira Yadnya, Harapan I yakni Putu Indah Aryati dan Komang Wikananda Eka Putra, Harapan II yakni AAN Bagus Satria Wedanta dan I Nyoman Gede Yajamana Swaha dan Harapan III yakni AAN Trisna Adi Putra dan AAN Lanang Raditya.
 
Sedangkan pada kategori usia 13-15 Tahun diperoleh Juara I yakni Komang Gilang Kurnyawan dan AA Gede Bagus Mas Weda Ananta, Juara II yakni IB. Surya Natha dan AA Putu Yudidharma Nugraha, Juara III yakni I Gusti Putu Agung Arta Nugraha dan IB. Oka Santika Putra, Harapan I yakni Gde Ivan Valentino Dwi Putra dan I Made Liang Wirajaya, Harapan II yakni I Putu Indra Wira Pratama dan Reva Majesty Sentana Karang, serta Harapan III yakni Ni Luh Cahyani Dewi dan I Putu Arya Bijaksara. 
 
Penyerahan piala serta piagam penghargaan diserahkan Plt. Walikota Denpasar, IGN . Jaya Negara.