Diposting : 20 June 2017 21:18
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
SIAGA
SIAGA - Polisi juga siagakan anjing pelacak selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

BALI TRIBUNE - Arus mudik Lebaran 1438 H telah berlangsung, berbagai persipan telah dilaksanakan. Seperti pada arus mudik menjelang hari raya Idul Fitri tahun sebelumnya, tahun ini juga kembali digelar operasi Rahmadnya. Selama pelaksanaan operasi Rahmadnya 2017 di Jembrana disiagakan total ratusan personel lintas satuan dari berbagai intansi terkait. 

Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo dikonfrimasi usai Gelar Pasukan Operasi Rahadnya 2017 di GOR Kresna Jvara, Lingkungan Sawe, Kelurahan Dauhwaru, Jembrana, Senin (19/6), mengatakan selama operasi yang dimulai H-7 Lebaran Senin kemarin hingga H+7 Lebaran Senin (3/7) mendatang disiagakan total 683 personel terdiri dari 372 persnel dari Polres Jembrana dan selebihnya dari intansi terkait di bawah kordinasi pemerintah daerah seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan (Diskes), Sat Pol PP  dan Pemadam Kebakaran serta mitra kamtibmas termasuk saka bhayangkara.

Pihaknya telah melaksanakan persiapan berlangsungnya arus mudik menjelang Lebaran ini sudah dilakukan beberapakali rapat kordinasi. Rapat kordinasi pertamakali dilakukan di Polres Jembrana dengan pemerintah daerah. Rapat kordinasi juga dilaksanakan dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) unit Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, pihak Syahbandar dan pengusaha angkutan kapal di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk serta rapat kordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry  (Persero) Cabang Banyuwangi. Selanjutnya setelah dilaksanakannya gelar pasukan Senin pagi, dikatakannya seluruh personil kini telah stanby di setiap pos pengamanan (Pos Pam) yang jumlahnya lima titik pos pam disepanjang jalur mudik Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk yang selama operasi berlangsung harus diisi personel.

Dikatakannya, yang perlu diantisipasi adalah sejumlah jalur tengkorak di sepanjang jalur mudik. Melihat jalur-jalur rawan kecelakaan lalu lintas (Laka lantas) khususnya marka-marka lurus yang ada di sepanjang Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk di Kabupaten Jembrana dari mulai perbatasan antara Kabupaten Jembrana dengan Kabupaten Tabanan di Yeh Leh, Desa Pengragoan, Pekutatan hingga Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk yang panjangnya mencapai 72 km, ruas jalan yang menjadi titik rawan adalah pada km 71- 73 Desa Medewi, Pekutatan dengan marka lurus tikungan tajam serta km 121-122 Hutan Lindung Lingkungan Penginuman, Keluarahan Gilimanuk yang merupakan kawasan Hutan Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) wilayah Cekik yang saat malam hari kondisinya gelap minim penerangan dengan  jalan lurus.

Sesuai intruksi Kapolri, untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas maka pihaknya memandang perlu dilakukan patroli baik menggunakan roda dua maupun roda empat dengan meyalakan rotator sehingga pengemudi  bisa mengurangi kecepatan untuk meminimalisir laka. Selain itu, kesiapan mengatisipasi berlangsungnya arus mudik Lebaran juga dilakukan fasilitas pelayanan medis di Kabupaten Jembrana.

 

Disiagakan

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Jembrana, dr. Putu Suasta mengatkan selama arus mudik dan arus balik Lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya, seluruh personel tenaga medis serta armada ambulans di setiap UPT Puskesmas disiagakan. Selain enam UPT Puskesmas yang memang melaksanakan pelayanan rawat inap 24 jam, pihaknya juga menyiagakan personel di empat UPT Puskesmas non rawat inap sehingga seluruh fasilitas pelayanan medic dasar selama arus mudik bisa tetap on call untuk meberikan palayan kepada pemudik khsusnya mendukung Pos Pam yang ada diwilayahnya masing-masing ketika ada emergency.

Direktur UPTD RSU Negara, dr. I Made Dwipayan melalui Kabid Pelayanan Medis dan Pejaminan Mutu UPTD RSU Negara, dr. I Gede Ambara Putra menyatakan kesiapan RSU negara saat arus mudik sebelumnya telah dirapatkan baik ditingkat provinsi maupun ditingkat kabupaten. Selain personil dari Intalasi Gawat Darurat (IGD), disiagakan tenaga cadangan apabila terjadi musibah dari setiap ruangan (sal) akan hingga 12 orang personil sehingga total yang disiagakan untuk gawat darurat di IGD  selama H-7 hingga H+7 Lebaran mencapai 40 personil baik perawat dan dokter.

Setiap sal sudah diminta personelnya masing-masing dua orang per shift untuk membantu personil IGD apabila terjadi musibah seperti kecelakaan besar. Setelah dikordinasikan dengan masing-masing ruangan, personil itu sudah dibuatkan SK Direktur dan surat tugas untuk mengantisipasi kekurangan tenaga medis di IGD yang saat ini jumlahnya diakui masih kurang. Semua personel yang terlibat dipenanganan pasien sudah dikordinasikan untuk pelayan antisipasi apabila ada pasien yang datang kerumah sakit selama berlangsungnya arus mudik lebaran. Ia juga menegaskan telah diintruksikan selama libur Lebaran tenaga medis tidak boleh mengambil cuti.