Bali Tribune, Senin 23 Juli 2018
Diposting : 23 October 2017 08:06
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
ANTIKORUPSI
Keterangan Gambar: 
SEPEDA ANTIKORUPSI - Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara bersama Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK RI, Sujanarko kibaskan bendera start, sebagai tanda dimulainya kegiatan bersepeda bersama, Sabtu (21/10) di depan kantor Walikota Denpasar.

BALI TRIBUNE - Ratusan Pesepeda mengikuti kegiatan bersepeda bersama yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Sabtu (21/10). Pada acara yang digelar serangkaian Hari Anti Korupsi Internasional ini, ratusan peseda nampak ikut menebarkan pesan antikorupsi dengan stiker “Berani Jujur Hebat’’.

Kegiatan yang bertajuk Anticoruption Messengers Bali 2017 diikuti ratusan komunitas sepeda Denpasar hingga Bali serta siswa sekolah yang dilepas Wakil Walikota IGN Jaya Negara bersama Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK RI, Sujanarko, di depan Kantor Walikota Denpasar.

Adapun rute yang dikelilingi meliputi  Jalan Surapati, Jalan Kapten Agung, Jalan Kapten Regug, Jalan Beliton, Jalan Sumatra, Jalan Hasanudin, Jalan Thamrin, Jalan Cokroaminito dan berakhir di Lapangan Lumintang Denpasar. Para pesepeda ini juga akan melanjutkan berkeliling ke 9 kabupaten/kota di Bali dengan membawa visi misi anti korupsi.

Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK RI, Sujanarko mengatakan bersepeda bersama menjadi rangkaian dari peringatan Hari Anti Korupsi Internasional puncaknya pada 9 Desember mendatang. Kegiatan yang memilih Kota Denpasar sebagai Ibu Kota Provinsi Bali tak terlepas dari kesadaran, kesiapan aktifitas masyarakat dan pemerintah dalam anti korupsi.

"Kegiatan seperti ini untuk ketiga kalinya yang pertama diawali di Kota Bandung dan Jogjakarta. Disamping menggelar sepeda bersama, kami juga menggelar diskusi bersama teman-teman mahasiswa, aktivis dan masyarakat. Kami merasa terhormat melaksanakan kegiatan Anti Korupsi ini di Kota Denpasar dan Bali pada umumnya untuk bersama-sama pemerintah, masyarakat dan komunitas anti korupsi mensosialiasikan berani jujur hebat,’’ ujarnya.

Dikatakan kejujuran saja tidak cukup dalam mencegah korupsi tapi harus konsisten dan berani dalam mengingatkan kegiatan yang menyimpang. Seperti di jajaran pemerintah daerah harus jujur, konsisten dan berani dalam mengingatkan kegiatan yang menyimpang.

Begitu juga di masyarakat dan lingkungan siswa sekolah yang harus berani, jujur dan konsisten. Menyadarkan masyarakat bahwa kerusakan korupsi tidak hanya terkait dengan para pejabat tinggi, namun dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sangat dirugikan dari kegiatan korupsi.

"Seperti contohnya belanja ke pasar beli gula dengan harga mahal dan tidak sesuai yang tentunya sangat merugikan. Sehingga berdasarkan Undang-undang RI, melalui lembaga KPK diputuskan untuk memberantas korupsi dengan melibatkan peran serta masyarakat,’’ ujarnya.

Sementara Wakil Walikota IGN Jaya Negara  mengatakan pihaknya terus melakukan pencegahan kepada seluruh jajaran Pemkot Denpasar hingga melakukan sosialisasi pentingnya pencegahan korupsi bersama-sama masyarakat. 

Semenara salah satu peserta komunitas sepeda Samas, Hendradatta mengatakan sangat bangga dapat ikut terlibat dalam membawa visi anti korupsi.

“Kita dapat belajar bersama bahwa kejujuran sangat penting, namun juga harus dilakukan dari dalam diri sendiri yang tidak cukup dari itu namun dibutuhkan dari dukungan orang lain untuk berbuat jujur,’’ ujarnya.