Bali Tribune, Rabu 22 November 2017
Diposting : 17 October 2017 20:21
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
punia
Keterangan Gambar: 
Panitia ngaben bersama Br.Sengguan Desa Pakraman Nyitdah Kediri terima punia dari Wabup Sanjaya,Minggu (15/10) malam lalu.

BALI TRIBUNE - Ratusan sawa mengiringi prosesi pelebonan Ida Rsi Nabe Sinuhun asal Griya Babut, Banjar Sengguan, Nyitdah, Kediri., Minggu (15/10) malam lalu. Tampak hadir dalam pelaksanaan ritual itu, Wabup Tabanan, Gde Komang Sanjaya.

Menurut Sanjaya, Ngaben massal yang dilakukan secara gotong-royong sudah tentu dapat meringankan beban masyarakat dan apresiasi wajib diberikan.

"Untuk itu, Tiang hadir ditengah-tengah masyarakat agar bisa secara langsung menyaksikan prosesi pengabenan. Sebagai bentuk apresiasi semangat gotong-royong yang telah ditunjukkan oleh masyarakat", ucapnya.

Wabup yang hadir bersama anggota DPRD kabupaten Tabanan, Edi Wirawan dan Desta Kumara disambut Camat Kediri I Made Murdika serta Perbekel dan tokoh masyarakat Desa Nyitdah.
Usai menyaksikan prosesi ngaben bersama itu, Wabup Sanjaya mengaku terkejut mengingat rangkaian kegiatan dimaksud terlihat sedikit berbeda dengan ritual yang sama di desa lainnya di Tabanan.

"Ngaben ini sangat unik, Tiang baru pertama kali menyaksikan Ngaben yang seperti ini. Ini sangat berbeda dari Daerah lainnya di Tabanan yang pernah saya kunjungi. Mungkin ini sudah merupakan tradisi dari Desa Adat Nyitdah", akunya.

Terkait dengan prosesi yang sedikit beda itu, ketua panitia acara I Gede Putu Darmayasa menjelaskan, perbedaan dimaksud adalah, warga menginap di kuburan setempat usai prosesi kremasi.

“ Setelah prosesi pembakaran, kami masyarakat disini yang khususnya mempunyai sawa akan melaksanakan kegiatan mekemit (menginap) di setra. Besoknya dilakukan ritual ngirag serta nganyut sekah,” tuturnya.

Lebih jauh Darmayasa menyebutkan, pelebonan Ida Rsi Nabe Sinuhun diiringi 110 sawa serta 57 ngelungah. Adapun biaya yang ditanggung masing-masing peserta adalah, sawa prenawa dikenakan biaya Rp 5juta, sawa preteka Rp 6juta dan ngelungah Rp 500ribu.

Dia menambahkan, ngaben secara bersama merupakan inisiatif pihak Gria Babut untuk selanjutnya dikordinasikan dengan warga setempat.

"Kita bersurat ke wargi yang ada di beberapa kabupaten di Bali temasuk wargi Nyitdah. Nika yang tiang sampaikan, ada respon kita kumpulkan bersama, kita bangun upacara Pitra Yadnya seperti ini," imbuh Darmayasa sembari menyebutkan sebagian peserta berasal dari luar Tabanan.